Jangan Diremehkan, Kesenian Bisa Dukung Pengembangan Wisata Loh

Herlambang Jati Kusumo
Herlambang Jati Kusumo Minggu, 06 Mei 2018 21:17 WIB
Jangan Diremehkan, Kesenian Bisa Dukung Pengembangan Wisata Loh

Tarian pembuka festival reog dan jathilan tingkat DIY, di kawasan Embung Nglanggeran, Patuk, Minggu (6/5/2018)./Harian Jogja-Herlambang Jati Kusumo

Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL-Potensi seni budaya yang dimiliki pada setiap kabupaten dan kota diharapkan dapat mendukung potensi wisata yang ada dengan pergelaran seni budaya di destinasi wisata.

Kepala Bidang Pengembangan Destinasi Wisata, Dinas Pariwisata (Dinpar)DIY Arya Nugrahadi mengharapkan dengan inovasi dan kreasi dari budaya yang ada dapat memunculkan daya tarik baru.

“Inovasi tari, koreografi yang bagus akan menjadi bahan kekayaan untuk meningkatan daya tarik wisatawan untuk berkunjung ke destinasi wisata DIY,” kata Arya di sela acara Festival reog dan jathilan tingkat DIY di kawasan Embung Nglanggeran, Patuk, Minggu (6/5/2018).

Dia berharap, ke depan semakin banyak inovasi yang dikembangkan. Selain itu, budaya merupakan warisan luhur yang harus dipertahankan, sehingga peran anak muda dalam pelestarian diharapkan semakin tinggi.

Dia mengatakan, kebudayaan yang merupakan hasil cipta, rasa, karsa dan karya benda seni mengakar dalam masyarakat. Dengan dasar itu seni budaya tradisional merupakan reperesentasi dari kehidupan masyarakat, cinta alam, semangat gotong royong, pendidikan, keimanan, dan lain sebagainya.

Bupati Gunungkidul, Badingah dalam sambutannya yang disampaikan Kepala Dinpar Gunungkidul Asti Wijayanti mengatakan, dengan seringnya pertunjukan seni budaya lokal sangat membantu melestarikan aset berharga tersebut selain juga mendukung sektor pariwisata.

“Gunungkidul memiliki inovasi yang beragam perwujudan kerja keras masyarakat untuk mendukung visi misi Kabupaten Gunungkidul. Dengan inovasi tersebut diharapkan muncul kemasan penyajian pertunjukan yang semakin menghibur dan menarik,” katanya.

Kepala Dinas Kebudayaan Gunungkidul Agus Kamtono mengatakan, selain dari pentas seni tari, saat ini Dinpar Gunungkidul terus mencatat benda warisan budaya yang masuk benda cagar budaya. "Sehingga ke depan harapannya menjadi objek kunjungan wisatawan juga," papar dia.

Agus mengatakan, peran seniman muda sangat penting, sehingga pihaknya mengaku terus mendukung dan memberikan fasilitas untuk menunjang dan mempertahankan seni budaya itu. “Kreativitas seniman juga akan memicu anak muda untuk mau bergabung melestarikan budaya,” katanya. 

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Share

Kusnul Isti Qomah
Kusnul Isti Qomah Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online