Kampus Swasta di Jogja Sekarang Siap Buka Kuliah Online

Sunartono
Sunartono Senin, 07 Mei 2018 09:10 WIB
Kampus Swasta di Jogja Sekarang Siap Buka Kuliah Online

Ilustrasi wisuda mahasiswa. (Reuters/Fabian Bimmer)

Harianjogja.com, JOGJA--Kopertis Wilayah V Jogja menyatakan kesiapan sejumlah perguruan tinggi swasta (PTS) menyelenggarakan pendidikan jarak jauh atau kuliah online. Akan tetapi, Kemenristekdikti diharapkan membuat formulasi yang tepat terkait program tersebut.

Koordinator Kopertis Wilayah V Jogja Bambang Supriyadi menjelaskan pihaknya belum mendapatkan informasi dan intsruksi dari Kemenristekdikti terkait kemungkinan PTS Jogja diberikan jatah dari total 80 perguruan tinggi yang ditunjuk untuk menyelenggarakan kuliah online. Namun ia meyakini ada sejumlah PTS yang siap dari sisi fasilitas dan sumber daya manusia (SDM) untuk menyelenggarakan kuliah online.

"PTS-PTS besar di Jogja saya kira semua siap, banyak yang sudah memiliki fasilitas dan kapasitas untuk itu. Walaupun saat ini mereka belum terlalu fokus menyelenggarakan kuliah online, tetapi ketika ditunjuk, kami merasa langsung siap dan tidak butuh waktu lama untuk menyiapkan," katanya kepada Harian Jogja, Jumat (4/5/2018).

Ia berharap meski kuliah online atau jarak jauh tetapi sebaiknya tidak sepenuhnya online, sehingga tetap ada kuliah tatap muka sebagai kolaborasi. Karena dalam proses pendidikan tidak hanya membuat peserta didik menjadi pandai tetapi juga harus berkarakter. Membentuk karakter tersebut salah satunya melalui pertemuan tatap muka. Dia menyarankan Pemerintah Pusat tidak seluruhnya membuat kebijakan semua proses belajar mengajar harus dilakukan secara online.

"Supaya ada transfer knowledge tentang karakter dan softskill lainnya, mungkin bisa diatur berapa kali online dan berapa kali offline," kata dia.

Pertimbangan lain, kata dia, tidak semua wilayah di Indonesia mendapat jaringan Internet. Padahal untuk menyelenggarakan kuliah full online harus ada dukungan Internat yang kuat. Lebih cocok dengan campuran antara online dan tatap muka. Soal formulasi persentase antara tatap muka dan online bisa ditetapkan oleh perguruan tinggi.

Supriyadi menegaskan peluang kuliah jarak jauh sebenarnya bisa juga diambil oleh PTS kecil. Jika PTS tersebut secara spesifik memiliki kapasitas dan fasilitas dalam menyelenggarakan kuliah online. "Itu hanya masalah teknologi dan kapasitasnya meski kecil tetapi mampu why not?," katanya.

Ketua Bidang Penjaminan Mutu Asosiasi Perguruan Tinggi Swasta Indonesia (Aptisi) DIY Johanes Eka Priyatma menyambut baik program Kemenristekdikti tersebut. Dia meyakini sejumlah kampus di DIY mampu melaksanakan dan mengambil bagian dari total 80 PT yang direncanakan. Kuliah online di era saat ini merupakan suatu keharusan, apalagi melihat kondisi geografis Indonesia yang sangat luas maka langkah tersebut sangat strategis untuk meningkatkan sumber daya manusia.

"Kami akan mendukung dan berpartisipasi karena dari sisi teknologi kami sudah sangat menguasai. Selama ini memang kurang agak berkembang karena pemerintah cukup hati-hati mengambil kebijakan bidang ini," jelasnya.

Rektor USD ini menegaskan USD menjadi salah satu PTS yang siap diberikan kepercayaan untuk menggelar kuliah online. Apalagi USD sudah memiliki mitra di wilayah Indonesia yang terluar dan tertinggal. Salah satunya di Nias Barat, bahkan pemkab sudah siap menyediakan lahan dan fasilitas pendukung untuk USD agar menyelenggarakan pendidikan jarak jauh bagi anak-anak di Nias.

"Karena untuk belajar ke Jawa atau Sumatra selain tidak mungkin dilakukan juga mahal, karena ingin tetap bekerja di sana," ujarnya.

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Share

Laila Rochmatin
Laila Rochmatin Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online