Jadwal SIM Keliling Kulonprogo 11 Juli 2026, Ini Lokasinya
Polres Kulonprogo kembali menghadirkan layanan SIM keliling pada Juli 2026 untuk memudahkan masyarakat memperpanjang Surat Izin Mengemudi (SIM).
Koordinator Pudtik Rina Lusiana Ariyanti (tiga dari kanan) memimpin Deklarasi Pudtik di Gedung Pimpinan Daerah Muhammadiyah Jogja, Rabu (9/5/2018)./Harian Jogja-Abdul Hamied Razak
Harianjogja.com, JOGJA- Generasi muda perempuan sudah saatnya untuk sadar politik. Kesadaran politik ini dibutuhkan agar aspirasi dan perjuangan kaum perempuan dapat disalurkan.
Rina Lusiana Ariyanti, Koordinator Pudtik mengatakan kesadaran politik perempuan menjadi isu penting yang harus diakomodiasi dalam menghadapi tahun politik. "Peran perempuan harus dimulai dengan mengupayakan ruang aktualisasi yang luas sehingga mampu bersikap dan bergerak secara mandiri," katanya saat Deklarasi Pudtik di Gedung Pimpinan Daerah Muhammadiyah Jogja, Rabu (9/5/2018).
Dia menyebut, Pudtik merupakan gerakan perempuan sadar politik. Gerakan ini merupakan wadah politik perempuan muda untuk melakukan tindakan politik sebagai aktualisasi kesadaran. Di Indonesia gerakan ini dimulai pada awal 1900an.
Saat itu kesadaran berpolitik perempuan menjadi sebuah manifestasi sikap politik melawan penindasan dan penjajahan. "Kehadiran perempuan dalam sebuah dinamika perpolitikan tidak dapat di anggap remeh," katanya.
Selama ini, kata Rina, perilaku subordinasi atas perempuan menyebabkan perempuan tidak mendapat tempat yang luas di dalam perpolitikan. Perempuan cenderung di anggap apolitik atau hanya diberi ruang politik pasif dalam melakukan tindakan politik.
Sudah saatnya, kata dia, perempuan tidak dijadikan segmentasi politik semata, namun menempatkan perempuan dalam gerakan aktif untuk melakukan pendidikan politik di tengah masyarakat.
"Pandangan perempuan merupakan jenis manusia kedua menyebabkan
perempuan seolah tidak memiliki hak untuk berpolitik secara aktif. Banyak kasus perempuan tidak mendapatkan ruang berpolitik sehingga memilih acuh," kritiknya.
Kehadiran Pudtik Jogja, lanjut Rina, bertujuan untuk menawarkan ruang aktualisasi bagi perempuan muda untuk melakukan tindakan politik aktif berdasarkan pada kesadaran politik.
"Kami ingin merubah paradigma perempuan yang awalnya hanya memilih dalam mekanisme politik berganti menjadi menawarkan pilihan serta berkontribusi dalam mekanisme pendidikan politik bagi masyarakat," katanya.
Sementara itu, Anggota DPD RI asal DIY M Afnan Hadikusumo berharap Pudtik berpegang teguh kepada komitmen untuk melakukan pendidikan, penyadaran dan preferensi politik kepada masyarakat.
"Kami menerima amanat Pudtik ini. Aspirasi akan diterima. Kami berharap agar Pudtik melakukan pembelajaran politik dan melakukan reformasi demokrasi yang saat ini berkembang," harap Afnan.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Polres Kulonprogo kembali menghadirkan layanan SIM keliling pada Juli 2026 untuk memudahkan masyarakat memperpanjang Surat Izin Mengemudi (SIM).
Kasus suap Rejang Lebong berkembang ke Kota Bengkulu. KPK menemukan uang tunai Rp4 miliar saat menggeledah rumah pejabat Pemkot Bengkulu.
LeBron James bergabung dengan Philadelphia 76ers dan menargetkan membawa klub tersebut meraih gelar juara NBA kelima dalam kariernya.
PAN Kota Jogja menuntaskan Rakerda 2026 dengan lima komitmen utama untuk memperkuat konsolidasi dan menyiapkan strategi menghadapi Pileg serta Pilwalkot.
Kimi Antonelli tak terkejut Ferrari dan McLaren mendominasi GP Hungaria 2026. Lando Norris merebut pole position pertamanya musim ini.
Dua SPPG di Kulonprogo masih disuspend. Pemkab memperketat pengawasan SOP dan mendorong seluruh pengelola melengkapi perizinan.