Serapan Pupuk Bersubsidi di DIY Tembus 90 Persen
Realisasi penebusan pupuk bersubsidi di DIY disebut mencapai 90% dari total alokasi tahun ini sebesar 75.049 ton.
Ilustrasi mayat./JIBI
Harianjogja.com, BANTUL-Warga Dusun Bandut Kidul, Argorejo, Sedayu, Bantul, Tri Indra Wismoyo, 27, ditemukan tewas menggantung di rumahnya, Selasa (8/5/2018) malam. Indra diduga nekat gantung diri karena terlilit utang.
Jenazah Indra ditemukan pertama kali oleh isterinya, Yeyen, sekitar pukul 19.00 WIB. Malam itu, Yeyen yang baru pulang kerja heran melihat kursi terguling di tengah ruang tamu. Ia kaget saat melihat ke atas suaminya dalam keadaan tergantung dengan tali plastik.
Seketika Yeyen berteriak minta tolong hingga mengundang warga berdatangan. Kapolsek Sedayu, Komisaris Polisi Sugiyarta membenarkan kejadian tersebut.
Ia mengatakan dari hasil olah tempat kejadian perkara dan pemeriksaan jasad korban tidak menemukan tanda-tanda kekerasan, "Murni meninggal karena gantung diri," kata Sugiyarta.
Sugiyarta tidak bisa memastikan penyebab korban nekat mengakhiri hidupnya dengan cara gantung diri. Namun menurut keterangan saksi-saksi di lokasi kejadian, kata dia, korban dan istrinya sempat bertengkar soal sepeda motor yang digadaikan oleh korban untuk membayar utang. "Katanya pusing memikirkan hutang," ujar dia.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Realisasi penebusan pupuk bersubsidi di DIY disebut mencapai 90% dari total alokasi tahun ini sebesar 75.049 ton.
Mendag Budi Santoso memastikan impor bahan baku plastik berupa nafta dari AS mulai masuk Indonesia pada pertengahan Mei 2026.
Kemenkes mengingatkan cara aman menyimpan dan mengolah daging kurban agar terhindar dari bakteri dan penyakit zoonosis saat Iduladha.
Puluhan warga Garongan datangi Kantor Bupati Kulonprogo dan mendesak Lurah Garongan dinonaktifkan terkait dugaan pungli.
Kemenkes menyiapkan tiga langkah untuk memperkuat peran bidan dalam menangani kesehatan mental ibu hamil dan ibu menyusui.
BI menyebut pelemahan rupiah hingga tembus Rp17.500 per dolar AS dipicu konflik global dan meningkatnya permintaan dolar.