Update SIM Keliling Kulonprogo Juli 2026, SIMMADE hingga Simenor
Jadwal SIM keliling Kulonprogo Juli 2026 lengkap lokasi, jam layanan, syarat, dan biaya perpanjangan SIM terbaru.
Ilustrasi simulasi bencana alam. (Harian Jogja/Jalu Rahman Dewantara)
Harianjogja.com, JOGJA-Wakil Walikota Jogja Heroe Poerwadi mengatakan keberadaan Katana bagian tidak terpisahkan dari usaha-usaha untuk meningkatkan kemampuan dan ketrampilan dalam mitigasi dan adaptasi terhadap bencana.
“Kami tentunya berharap Katana yang sudah dibentuk bisa memberikan motivasi bagi kelurahan lain untuk melakukan hal serupa. Dengan begitu kewaspadaan dan kesiapan dalam menghadapi bencana bisa dilakukan dalam skala lebih luas,” katanya, Sabtu (12/5/2018).
Menurutnya, penanggulangan bencana berbasis masyarakat harus memperhatikan kearifan lokal. "Memetakan kekuatan lokal dalam mempersiapkan menghadapi bencana yang kemungkinan terjadi harus dilakukan," katanya.
Pemkot, kata Heroe akan terus mendorong seluruh kampung dan kelurahan untuk segera membentuk Katana.
"Seluruh kelurahan harus mempersiapkan diri dan mampu menghadapi kemungkinan terjadinya bencana. Persiapan diri sebelum terjadinya bencana bisa dilakukan dengan penyebaran informasi kebencanaan hingga simulasi," katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Jadwal SIM keliling Kulonprogo Juli 2026 lengkap lokasi, jam layanan, syarat, dan biaya perpanjangan SIM terbaru.
FBI sita 600+ drone ilegal di Piala Dunia 2026. Miami terbanyak, pelanggar ancam denda Rp1,6 M. Regulasi drone AS terancam diperketat.
Bansos PKH & BPNT tahap 3 (Juli-September) belum cair. Status penerima bisa berubah. Cek jadwal, nominal, dan cara cek NIK secara resmi di sini.
Prediksi Argentina vs Mesir di 16 besar Piala Dunia 2026: Messi vs Salah. Statistik tunjukkan Argentina lebih produktif, Mesir lebih kolektif.
Disdikpora Kota Jogja menegaskan SD dan SMP negeri dilarang memungut biaya serta menjual seragam. Siswa baru boleh memakai seragam SD hingga tiga bulan.
Pakar UII Teduh Dirgahayu menegaskan AI membantu kerja jurnalistik, tetapi tidak dapat menggantikan peran wartawan dalam verifikasi dan keputusan editorial.