Revitalisasi 131 Sekolah Gunungkidul, DPRD Ingatkan Kualitas Bangunan
DPRD Gunungkidul mendukung revitalisasi 131 sekolah pada 2026. Dewan meminta kualitas bangunan dijaga dan mendorong penggunaan kayu jati warga.
Seorang pengendara sedang melintas di sebuah pabrik aspal yang telah mati di Dusun Bonsing, Guwosari, Pajangan, Rabu (16/5/2018). rencananya oleh investor, pabrik ini akan dihidupkan kembali setelah dua tahun tak beroperasi./Harian Jogja-David Kurniawan
Harianjogja.com, BANTUL- Warga Dusun Bonsing, Desa Guwosari, Kecamatan Pajangan trauma dengan keberadaan pabrik aspal di wilayah tersebut. Mereka pun menolak niatan investor yang ingin membangung kembali pabrik aspal yang telah mati suri selama dua tahun.
Salah seorang warga Bonsing, Juremi mengaku senang dengan berhentinya pabrik aspal di wilayahnya sejak dua tahun yang lalu. Menurut dia, dengan berheNtinya proses produksi, warga tidak terganggu lagi karena aktivitas di pabrik tersebut. “Dengan berhenti jelas kami senang karena tidak lagi bising dan polusi udara juga hilang,” kata Juremi kepada wartawan, Rabu (16/5/2018).
Dia mengungkapkan, keberadan pabrik banyak memberikan dampak negatif. Ini lantaran, aktivitasnya membawa polusi sehingga warga jadi merasa terganggu. “Operasinya sudah lebih dari belasan tahun dan baru berhenti di 2016 lalu. Tapi sekarang ada informasi akan dihidupkan lagi. Jelas kami khawatir dan trauma akan operasional pabrik yang membawa dampak buruk bagi lingkungan maupun kesehatan warga,” katanya.
Juremi pun berharap agar pembangunan kembali pabrik aspal batal terlaksana sehingga kehidupan warga tetap normal. “Kami sudah sekali mendapatkan informasi terkait dengan rencana pembangunan pabrik aspal di Balai Desa Guwosari, tapi mayoritas warga menolak rencana pembangunan,” katanya.
Hal senada diungkapkan oleh Ketua RT 04, Dusun Bonsing, Guwosari, Ismail. Menurut dia, mayoritas warga yang berjumlah 50 Kepala Keluarga sepakat menolak rencana pembangunan pabrik aspal di wilayahnya. “Tidak hanya kami di RT 04, sekolah dan pondok pesantren yang dekat dengan lokasi pabrik juga melakukan hal yang sama,” katanya.
Menurut dia, penolakan warga atas pembangunan pabrik aspal tidak lepas dari dampak negatif yang ditimbulkan. Dalam sosialisasi pembagungan, Ismail mengatakan bahwa investor akan membangun dengan prinsip ramah lingkungan. Namun, sambung dia, warga tidak bergeming karena waktu pembangunan pabrik yang lama juga mengutarakan hal yang sama.
“Tapi apa buktinya, operasional pabrik membuat banyak polusi mulai dari suara, udara hingga masalah kesehatan. Hingga saat ini ada warga kami yang sakit paru-paru hingga muntah darah karena terpapar debu dari pabrik yang dulu sempat beroperasi,” katanya.
Menurut dia, warga tidak mempermasalahkan adanya investor yang ingin menanamkan modalnya di wilayan Bongsing. Namun ada beberapa persyaratan yang dipenuhi, salah satunya investasi bukan untuk membangun pabrik aspal. “Kalau yang lain silahkan, tapi kalau pabrik aspal warga sudah trauma dan jangan sampai dibangun lagi,” imbuhnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
DPRD Gunungkidul mendukung revitalisasi 131 sekolah pada 2026. Dewan meminta kualitas bangunan dijaga dan mendorong penggunaan kayu jati warga.
Cek jadwal KA Prameks Jogja-Kutoarjo Senin 28 September 2026, lengkap dengan 10 jadwal keberangkatan dari kedua arah.
Jadwal KA Bandara YIA Senin 28 September 2026 tersedia 24 perjalanan dari YIA ke Stasiun Tugu dan sebaliknya.
Jadwal KRL Jogja-Solo Senin 28 September 2026 lengkap 15 perjalanan dan tarif Rp8.000, dari Stasiun Yogyakarta hingga Palur.
Cek jadwal KRL Solo-Jogja Senin 28 September 2026 dari Palur ke Jogja/Tugu, lengkap dengan waktu di setiap stasiun.
Sergey Lavrov menyerukan pembentukan Negara Palestina berdasarkan kerangka internasional dan resolusi PBB di Sidang Umum PBB.