Kasus Bertambah, Cek Data Covid-19 di DIY 18 Maret
Kasus Covid-19 di DIY kembali melonjak. Pada Kamis (18/3/2021), gugus tugas setempat melaporkan penambahan kasus baru sebanyak 257.
Suasana Pantai Baron, Tanjungsari, Selasa (15/5/2018)./Harian Jogja-Jalu Rahman Dewantara
Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL--Kreatifitas pengelola obyek wisata saat memasuki bulan Ramadan diharap lebih ditingkatkan. Hal ini untuk mengantisipasi minimnya jumlah kunjungan wisatawan.
"Pelaku wisata seperti pokdarwis harusnya mampu lebih kreatif dalam mengemas obyek wisata saat bulan puasa ini, karena memang terjadi penurunan kunjungan," kata Sekretaris Dinas Pariwisata Gunungkidul, Harry Sukmono, Kamis (17/5/2018).
Harry mengatakan sepinya kunjungan wisatawan saat bulan puasa memang suatu hal yang wajar. Namun meski begitu jangan menjadi alasan para pengelola wisata untuk pasrah dengan keadaan. Beberapa cara seperti membuat gelaran kampung Ramadan di obyek wisata bisa menjadi solusi.
"Cara lainnya monggo, tergantung inovasi para pengelola wisata. Contohnya saja seperti adakan kegiatan yang bersinggungan dengan Ramadan di pantai, kan itu nanti menarik kunjungan juga," jelasnya.
Harry juga membuka jalan komunikasi jikalau pengelola wisata merasa kebingungan dalam tatacara pengemesan obyek wista saat bulan puasa. "Kami terbuka, kalau ada yang bingung bisa datang ke sini, nanti diskusi bareng," katanya.
Sementara itu Ketua Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) Pantai Baron, Edy mengatakan dari pantauannya di hari pertama puasa ini jumlah wisatawan yang datang masih relatif sama seperti hari biasa. "Hari ini masih sama, tadi kurang lebih ada 50 mobil dan ratusan motor," ujarnya.
Kendati demikian Edy mengaku jika memasuki bulan puasa jumlah wisatawan jauh lebih sedikit. Ia menambahkan hingga hari ini pihaknya belum ada antisipasi untuk menanggulangi minimnya wisatawan tersebut. "Belum ada rencana sama sekali, tapi nanti baru ada acara dan persiapan maksimal menjelang lebaran," katanya.
Edy mengatakan pihaknya tidak terlalu mempermasalahkan hal itu. Menurutnya selama pelayanan kepada wisatawan baik, hal itu tidak terlalu mempengaruhi minat kunjungan.
Sementara itu Koordinator TPR Utama Tanjungsari, Supardi mengatakan dari pengalamannya kunjungan wisata saat bulan puasa jauh lebih menurun jumlahnya. Setiap tahun minimnya kunjungan terjadi di awal bulan puasa hingga mendekati hari ke 20. "Penurunan jumlah kunjungan tersebut bisa mencapai 30-40%," Imbuh Supardi.
Namun mendekati akhir bulan puasa, kunjungan wisatawan akan melonjak. Adapun ramainya kunjungan wisatawan saat akhir puasa atau menjelang lebaran didominasi perantau asal Gunungkidul mulai pulang kampung.
"Mereka banyak menghabiskan waktu di sini, singkat kata melepas rindu di kampung halaman. Wisatawan luar kota juga mulai berdatangan," ujarnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Kasus Covid-19 di DIY kembali melonjak. Pada Kamis (18/3/2021), gugus tugas setempat melaporkan penambahan kasus baru sebanyak 257.
Prediksi Bournemouth vs Man City Liga Inggris 2026, laga penentu gelar. The Citizens wajib menang demi menjaga peluang juara.
SPMB Jateng 2026 resmi diluncurkan. Daya tampung SMA/SMK negeri hanya 40 persen, gubernur tegaskan tak ada titip-menitip.
UGM dan KAGAMA berupaya manfaatkan rumah Prof Sardjito untuk kegiatan akademik di tengah isu penjualan aset bersejarah.
Kasus penembakan pemuda di Candisari Semarang terungkap. Polisi beberkan kronologi, motif pelaku, hingga peluang restorative justice.
Polda Jabar bongkar penipuan titik dapur MBG, 13 korban rugi Rp1,9 miliar. Pelaku jual akses palsu program pemerintah.