Pria Bersenjata Parang Ngamuk di Pleret Bantul, Satu Warga Terluka
Aksi penganiayaan di Pleret Bantul membuat seorang warga terluka akibat sabetan parang. Pelaku berhasil diamankan polisi beberapa jam setelah kejadian.
Wisatawan sedang menikmati pemandangan Pantai Kukup, Kalurahan Kemadang, Tanjungsari, Gunungkidul, Kamis (26/12/2024)./Harian Jogja-Andreas Yuda Pramono
Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL – Dinas Pariwisata Gunungkidul menyebut sektor pariwisata di wilayah setempat menunjukkan tren positif dari tahun ke tahun. Pada 2025 ini sebanyak 3,5 juta wisatawan ditargetkan akan berkunjung ke Bumi Handayani untuk berpelesir.
Kepala Dinas Pariwisata Gunungkidul, Oneng Windhu Wardhana mengungkapkan bahwa target kunjungan wisatawan di tahun 2025 ini cukup ambisius, yakni mencapai 3,5 juta orang. "Kami optimis target ini dapat tercapai mengingat berbagai potensi wisata yang dimiliki Gunungkidul," ujarnya, Jumat (10/1/2025).
Meski begitu, Windhu juga menyebutkan bahwa tidak semua wisatawan yang berkunjung akan membayar retribusi. "Ada banyak destinasi wisata, terutama di desa-desa yang tidak menerapkan sistem retribusi, maka target wisatawan yang berkunjung ke destinasi yang ada retribusinya 2,9 juta orang" jelasnya.
Lebih lanjut, Windhu menyebutkan bahwa dibandingkan tahun sebelumnya, jumlah wisatawan yang berkunjung ke Gunungkidul ditargetkan mengalami peningkatan sebesar 100.000 orang. "Tahun lalu ada 3,4 juta wisatawan yang berkunjung dan kami naikkan 100.000 dari tahun lalu," imbuhnya.
Meski begitu masih ada beberapa tantangan yang harus dihadapi oleh sektor pariwisata Gunungkidul. Salah satunya adalah durasi kunjungan wisatawan yang masih relatif singkat, yakni rata-rata hanya satu hari. "Kami akan terus berupaya untuk meningkatkan lama tinggal wisatawan," ujar Windhu.
BACA JUGA: Sektor Pariwisata Gunungkidul Sumbang Pendapatan Rp33 Miliar, Terbesar dari Area Pantai
Selain itu, rata-rata pengeluaran wisatawan di Gunungkidul juga masih tergolong rendah jika dibandingkan dengan daerah wisata lainnya seperti Sleman, Jogja, dan Bantul yakni di angka Rp418.000 per kunjungan. "Ini menjadi tugas kami untuk terus meningkatkan kualitas layanan dan fasilitas wisata," tambahnya.
Pihaknya menyebut akan menggencarkan promosi dan mengikuti berbagai event wisata guna mengenalkan potensi di Gunungkidul. "Kemudian kalau ada tamu dinas kami suguhkan dengan video destinasi dan juga memaksimalkan sosial media baik milik pemerintah maupun desa wisata yang kelihatannya sudah mulai gencar sekarang," pungkasnya.
Sementara Sub Kordinasi Obyek dan Daya Tarik Wisata, Bidang Pengembangan Destinasi, Dinas Pariwisata Gunungkidul, Aris Sugiyantoro mengatakan, tren wisata di 2024 tumbuh dengan bagus. Selain kunjungan wisata yang bisa mencapai target, dari sisi pendapatan juga mengalami hal yang sama. “Untuk kunjungan wisata kami hanya mematok 2,6 juta pengunjung, tapi realisasinya hingga akhir 2024 sebanyak 3,06 juta pengunjung,” kata Aris.
Dia mengatakan, target Pendapatan Asli Daerah (PAD) yang dipatok hanya sebesar Rp29 miliar. Hingga akhir Desember 2024, pendapatan dari retribusi masuk wisata menembus Rp33.115.705.075 “Melebihi target karena ada selisih sekitar Rp4 miliar dibandingkan dengan yang direncanakan,” ungkapnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Aksi penganiayaan di Pleret Bantul membuat seorang warga terluka akibat sabetan parang. Pelaku berhasil diamankan polisi beberapa jam setelah kejadian.
Apple dikabarkan melobi pemerintah AS untuk akses chip CXMT di tengah krisis pasokan memori akibat lonjakan permintaan AI global.
Android 17 dikabarkan membawa fitur foldable gaming mode yang mengubah ponsel lipat menjadi konsol genggam dengan kontrol virtual.
Aljazair vs Austria imbang 1-1 di Grup J Piala Dunia 2026 membuat peluang Iran lolos ke 32 besar semakin terancam.
Argentina unggul 2-0 atas Yordania di babak pertama Piala Dunia 2026 meski tanpa Messi berkat gol Lo Celso dan Lautaro Martinez.
Nadhif Basalamah mengungkap menjadi korban pelecehan daring di X dan TikTok yang memicu reaksi luas dan dukungan publik.