Warga Gunungkidul sekarang Mulai Hobi Tinggal di Rusunawa

Jalu Rahman Dewantara
Jalu Rahman Dewantara Sabtu, 19 Mei 2018 07:50 WIB
Warga Gunungkidul sekarang Mulai Hobi Tinggal di Rusunawa

Anak-anak sedang bermain di sekitar Rusunawa, di Desa Karangrejek, Wonosari, Jumat (18/5/2018)./Harian Jogja-Jalu Rahman Dewantara

Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL-Rumah Susun Sederhana Sewa (Rusunawa) yang berlokasi di Desa Karangrejek, Wonosari sempat digadang-gadang menjadi proyek gagal akibat minimnya peminat. Namun semua berubah, sebab antusias warga untuk menjadi penghuni tempat tersebut kini cukup bagus.

Hal itu diungkapkan Kasi Rusunawa Dinas Pekerjaan Umum Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman (DPUPRKP) Gunungkidul, Nurgiyanto. Dia mengatakan dari 412 pendaftar, sebanyak 198 telah lakukan pengembalian berkas untuk menjadi penghuni di bangunan senilai Rp26 miliar itu. Sementara total ruangan sebanyak 196. "Ini menunjukkan minat warga untuk jadi penguhi [Rusunawa] lumayan tinggi, sampai over capacity," ujarnya, Jumat (18/5/2018).

Nurgiyanto menjelaskan untuk penghuni yang belum mendapatkan kesempatan menempati ruangan maka akan menjadi daftar tunggu. Adapun lama tunggunya Sesuai Peraturan Bupati Nomor 116/2016 mengenai Pengelolaan Rusunawa pasal 19 No 1 menjelaskan jangka waktu pemakaian rusun paling lama 2 tahun dan dapat diperpanjang sekali sampai paling lama satu tahun.

"Tapi ada juga yang belum sampai batas itu sudah keluar. Biasanya yang keluar itu karena memang pindah tugas kerja atau pulang ke tempat asalnya. Jadi daftar tunggunya bervariasi bisa hanya bulanan atau malah tahunan," kata Nurgiyanto.

Mulai tingginya minat warga menjadi penghuni rusunawa tidak lepas dari berbagai upaya yang dilakukan DPUPKP Gunungkidul. Nurgiyanto mengungkapkan sejumlah upaya seperti promosi gencar-gencaran melalaui sosial media dan grup-grup chat menjadi jurus jitu menarik penghuni baru.

"Ini kan juga untuk kebaikan mereka, karena memang tujuan adanya tempat itu untuk menjadi singgahan sementara bagi warga perekonomian menengah ke bawah," kata Nurgiyanto.

Ditanya perihal kondisi fasilitas rusunawa, Nurgiyanto mengaku masih banyak yang kurang sehingga menjadi pekerjaan rumah yang harus segera diselesaikan. Adapun 13 ruangan masih dalam tahap renovasi akibat kerusakan saluran air. Ruangan satpam dan pagar juga belum tersedia. Sementara itu ketiadaan fasilitas publik semacam kawasan bermain anak dan tempat olahraga juga dikeluhkan warga.

"Kemarin warga rusun banyak yang usul itu [kawasan bermain anak dan tempat olahraga], kami akan coba secara bertahap untuk memenuhinya. Selain itu kami juga akan menanam pohon sebagai perindang juga," jelasnya.

Nurgiyanto berharap tahun ini pihaknya bisa tuntaskan salah satu dari kekurangan tersebut. Namun dia tidak berjanji, sebab tugas DPUPKP hanya memberi usulan untuk mendapat persetujuan dari Pemkab Gunungkidul. "Kita coba usulkan, kalau ada persetujuan tahun ini bisa mewujudkan harapan warga rusun," katanya.

Sementara itu para penghuni mengaku nyaman tinggal di rusunawa. Selain lingkungan yang cukup bersih, fasilitas standart di tempat tersebut juga tergolong cukup yakni satu tempat ibadah, kamar mandi dan wc umum, penjagaan 24 jam serta cleaning servis untuk area selasar. Selain itu masing-masing kamar sudah terpasang meteran listrik dan air serta kondisi bangunan juga masih terawat.

Ningsih, 27, salah satu penghuni rusunawa itu mengungkapkan dirinya nyaman dan jika mau pergi kemana-mana dekat. Dalam menyiapkan persyaratan pun dianggapnya tidak susah. adapun syarat yang harus disiapkan kata Ningsih sudah berkeluarga, ada syarat dari kelurahan, surat keterangan pemberitahuan kalau saya belum punya rumah sendiri.

"Terus KK harus sendiri tidak boleh ikut orang tua, harus jelas dan ada akta nikah juga,” jelasnya. Ningsih menuturkan penghuni rusunawa kebanyakan dari luar Kecamatan Wonosari, seperti Semin, Karangmojo, Playen dan sekitarnya.

Penghuni lain, Iwan, 36, mengaku fasilitas lumayan terjangkau dibandingkan harus mengontrak ataupun indekos. Menurutnya rusun ini cocok bagi warga pendapatan menengah ke bawah."Harga sewanya terjangkau, suasana juga tentrem untuk hidup berkeluarga," katanya.

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Share

Bhekti Suryani
Bhekti Suryani Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online