Andong dan Becak Harus Gantian untuk "Ngetem" di Malioboro

Salsabila Annisa Azmi
Salsabila Annisa Azmi Selasa, 22 Mei 2018 17:17 WIB
Andong dan Becak Harus Gantian untuk "Ngetem" di Malioboro

Wisatawan menumpang becak maupun andong untuk berbelanja oleh-oleh khas Jogja di Jalan Rotowijayan, Yogyakarta. /Harian Jogja- Desi Suryanto

Harianjogja.com, JOGJA - Dinas Perhubungan Kota Jogja mengimbau para pengendara becak dan kusir andong merundingkan mekanisme pergantian menempati cerukan di sekitar Malioboro.

Pasalnya cerukan yang disediakan untuk andong berkapasitas 27 dan untuk becak sekitar 57, tentu dengan kapasitas tersebut mereka harus bergantian ngetem di cerukan.

Hal tersebut disampaikan oleh Kepala Bidang Lalu Lintas Dinas Perhubungan Kota Jogja Golkari Made Yulianto. Yulianto menambahkan nantinya andong dan becak masih bisa melewati Malioboro.

"Tapi parkirnya [menunggu penumpang] enggak boleh di tempat selain cerukan yang tersedia. Jadi memang harus gantian," kata Yulianto saat dihubungi Harianjogja.com, Senin (21/5/2018).

Yulianto mengatakan nantinya lokasi parkir andong akan berada di Jalan Perwakilan dan becak berada di dekat parkir Abu Bakar Ali. Mengenai Becak Motor (Bentor) yang akhir-akhir ini kerap melintasi Malioboro, Yulianto mengatakan setelah Malioboro menjadi pedestrian hal tersebut akan dilarang. Bagi pengendara Bentor yang melanggar akan ditindak tegas.

Sebelumnya, salah satu kusir amdong, Martopo, mengatakan di Jogja ada sekitar 450 andong. Menurutnya butuh waktu 10 hari supaya seluruh andong bisa merasakan rezeki Malioboro apabila kebijakan kapasitas ceruk ditetapkan.

"Terus selama nunggu masuk Malioboro mau cari uangnya gimana? Ya itu entahlah besok prakteknya gimana," kata Martopo, Sabtu (19/5/2018).

Paguyuban andong pun sampai saat ini belum merundingkan mekanisme pergantian yang dimaksud.

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Share

Nina Atmasari
Nina Atmasari Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online