Update Trans Jogja 2026: Rute Baru dan Tarif Terjangkau
Rute Trans Jogja 2026 makin luas hingga pinggiran. Tarif tetap murah, jadi solusi transportasi hemat dan bebas macet di Jogja.
Sejumlah warga mengungsi di Balai Desa Glagaharjo, Cangkringan, Sleman, DI Yogyakarta, Senin (21/5). Ratusan warga lereng Gunung Merapi mengungsi untuk mencari tempat aman di Balai Desa karena hujan abu akibat letusan freatik Gunung Merapi yang terjadi pada Senin pukul 17.50 petang, setelah letusan freatik pukul 01.25 WIB dan pukul 09.38 WIB. /Antara-Hendra Nurdiyansyah
Harianjogja.com, JOGJA—Status Waspada Gunung Merapi menggerakkan seluruh eleman sukarelawan untuk siaga jika sewaktu-waktu dibutuhkan. Bahkan mereka mengklaim semua sukarelawan di Sleman kini tengah berstatus siaga.
Ketua Forum Komunikasi Komunitas Relawan Sleman (FKKRS) Yoga Nugroho mengatakan untuk memonitor perkembangan Gunung Merapi relawan mendirikan posko penanggulangan bencana erupsi Merapi di Kantor Kecamatan Pakem.
"Itu posko biasa saja, untuk penanggulangan erupsi Merapi. Belum didirikan Posko Darurat," katanya kepada Harianjogja.com, Rabu (23/5/2018).
Sampai saat ini, kata dia, belum ada instruksi untuk mengungsikan warga. Akan tetapi warga di beberapa desa pada malam hari mengamankan diri di titik kumpul didampingi TRC BPBD dan sukarelawan. "Saat ini semua sukarelawan Sleman statusnya siaga untuk dimobilisasi," ujarnya.
Di kawasan sekitar lereng Merapi, ada 15 komunitas sukarelawan dengan jumlah mencapai 600 orang yang terlibat langsung dalam tindakan penanganan awal. Di sedangkan di area lebih bawah, terdapat 10 komunitas dengan anggota sekitar 300 orang. "Mereka siap melakukan dukungan jika kejadian darurat Merapi," paparnya.
Di kawasan paling bawah, kata Yoga, disiapkan 27 komunitas sukarelawan dengan jumlah 1.400 orang yang juga siap mendukung saat kondisi darurat.
Dengan demikian, total ada sekitar 2.300 relawan yang Siaga jika sewaktu-waktu dibutuhkan untuk bergerak. "FKKRS stand by di Posko Utama Pakem selama 24 jam hingga waktu yang belum ditentukan," katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Rute Trans Jogja 2026 makin luas hingga pinggiran. Tarif tetap murah, jadi solusi transportasi hemat dan bebas macet di Jogja.
Gus Miftah dan Gus Yusuf Macul Langit mengisi pengajian di Bantul untuk mengedukasi masyarakat tentang bahaya pinjol, judol, dan investasi ilegal.
Kekeringan Jawa Tengah melanda Klaten, Pemalang, dan Boyolali. Ribuan warga terdampak, BNPB salurkan bantuan air bersih.
Menkop Ferry Juliantono mematangkan model bisnis Koperasi Merah Putih. Ribuan gerai telah rampung dan disiapkan menyalurkan barang subsidi.
Dokter menjelaskan penyakit rematik jantung akibat infeksi radang tenggorokan dapat memicu kebocoran katup jantung hingga belasan tahun kemudian.
Guru Besar UMY menilai pencegahan kekerasan seksual di lingkungan pendidikan harus dilakukan dengan membangun ekosistem perlindungan yang menyeluruh.