Resmi, Sekolah Tatap Muka DIY Dicoba April 2021
Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga (Disdikpora) DIY menargetkan uji coba pembelajaran tatap muka untuk 10 sekolah tingkat SMA dan SMK di DIY dilaksanakan pada pertengahan April 2021.
Menu yang disajikan di Rumah Makan Sego Abang Gunungkidul. /istimewa-dokumen
Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL- Banyak cara berbagi dengan sesama. Tak melulu dengan materi, bisa juga dengan memberi makan secara cuma-cuma. Seperti yang dilakukan rumah makan Sego Abang Gunungkidul (SAG) yang terletak di Jalan Ring Road Selatan, Desa Siraman, Kecamatan Wonosari.
Rumah makan berdesain kuno ini mempersilakan siapa pun yang merasa kurang mampu untuk makan tanpa membayar alias gratis. Yang berbeda, apabila di tempat-tempat lain menyediakan makan gratis hanya pada hari tertentu, SAG justru memberikan setiap hari.
Rumah makan yang berdiri sejak Februari 2017 lalu ini menyajikan menu khas Gunungkidul seperti, gudeg, sayur lombok ijo, lodeh terong dan masih banyak lagi.
Salah seorang karyawan SAG, Dwi Ayu Setyowati (23) mengungkapkan konsep makan gratis sendiri sudah dilakukan sejak awal berdirinya rumah makan tersebut. Ide itu langsung dari sang pemilik yaitu dr Iip Wibawa Putra. “Berbagi itu indah, begitu pak Iip selalu bilang ke kami,” kata Ayu, Jumat (25/5/2018).
Masih banyaknya warga miskin di Gunungkidul menjadi latar belakang konsep makan gratis tersebut. Untuk itu dengan adanya pemberian makan gratis, para kaum dhuafa ini bisa menyisihkan penghasilan yang didapatkannya untuk ditabung atau digunakan untuk keperluan lainnya.
“Harapannya nanti dengan makanan bergizi ini,mereka lebih giat bekerja dan mendapatkan nafkah untuk bisa mencukupi kebutuhan keluarga dan yang jelas menabung,” urainya.
Ditambahkannya, SAG tidak hanya memberikan kepada mereka yang meminta saja. Namun juga ketika didapati ada orang yang terlihat membutuhkan dan melintas depan warung maka karyawan SAG akan memberikannya nasi.
"Kalau dinominalkan paling Rp10.000. Mereka biasanya satu porsi saja cukup. Belum ada yang pernah minta lebih," imbuh dia.
Diceritakan oleh Dwi, dengan bersedekah tersebut bukan kerugian yang didapat melainkan bertambahnya omzet penjualan setiap bulannya. Meskipun dirinya hanya karyawan, namun ia paham betul rasanya berbagi.
"Saya hanya bekerja disini, tapi rasa berbagi itu justru menjadi berkah dan kami juga ikut merasakannya," kata dia.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga (Disdikpora) DIY menargetkan uji coba pembelajaran tatap muka untuk 10 sekolah tingkat SMA dan SMK di DIY dilaksanakan pada pertengahan April 2021.
Perdagangan hewan kurban di Bantul naik jelang Iduladha 2026. Kambing paling diminati, omzet pedagang diprediksi melonjak.
Indomobil eMotor hadirkan 4 motor listrik di Jogja. Adora, Tyranno, Sprinto tawarkan fitur modern mulai Rp25 jutaan.
Arema FC hajar PSBS Biak 5-2 di Bantul. Joel Vinicius dan Dalberto cetak brace, trio Brasil jadi kunci kemenangan.
Kasus daycare Jogja, 32 anak mulai divisum. Dugaan kekerasan fisik dan psikis, korban diperkirakan capai 130 anak.
Dua ASN Kementerian PU dipanggil dari luar negeri karena dugaan suap dan pelanggaran etik. Menteri PU tegaskan disiplin.