Temuan Idea dan ICW : Ada Siswa Nonmiskin di Kota Jogja yang Menerima KIP

Salsabila Annisa Azmi
Salsabila Annisa Azmi Rabu, 30 Mei 2018 19:50 WIB
Temuan Idea dan ICW : Ada Siswa Nonmiskin di Kota Jogja yang Menerima KIP

Ilustrasi KIP./JIBI

Harianjogja.com, JOGJA - Institute for Development and Economic Analysis (Idea) bekerja sama dengan Indonesian Corruption Watch (ICW) mengadakan survei Kartu Indonesia Pintar (KIP) di Kota Jogja. Selain ditemukan responden tidak termasuk kriteria miskin yang memiliki KIP, ditemukan juga bahwa masih banyak responden kriteria miskin yang baru sekali mencairkan dana KIP ke bank BUMN.

Koordinator Survei Idea Galih Pramilu mengatakan berdasar hasil survey terdapat sebanyak 45,7% pemegang KIP di Kota Jogja yang baru mencairkan dana sekali. "Kemudian yang belum pernah sama sekali ada 4,3 persen," kata Galih saat Jumpa Pers Survei Idea, Rabu (30/5/2018).

Galih mengatakan IDEA juga melakukan survei terhadap hambatan-hambatan yang dihadapi responden pemilik KIP saat pencairan data. Menurut hasil survei statistik ditemukan sebanyak 42,9% mengalami hambatan akses jarak menuju ke bank yang terlalu jauh. "Itu hambatan paling banyak. Kemudian disusul dengan syarat pencairan dana yang sulit dipenuhi ada sebanyak 28,6 persen," kata Galih.

Galih mengatakan responden yang terhambat proses pencairan dana mayoritas menemukan kesulitan saat membawa surat pengantar dari sekolah untuk diproses ke kelurahan. Hal tersebut berdampak pada 14,3% responden mengalami hambatan proses pencairan dana. Sedangkan hambatan pemotongan dana dan biaya tambahan dana tidak ditemukan dalam survei kepada responden.

Tim Survei Idea, Yoga Putra Prameswari mengatakan survei dilakukan di empat kota yaitu Medan, Kota Jogja, Kupang dan Blitar menggunakan metode survei, focus group discussion, dan penelusuran terhadap tiga keluarga yang anak atau anggotanya menerima KIP.

Yoga mengatakam survei yang melibatkan 700 responden ini bertujuan untuk memperjelas fakta adanya kelompok keluarga kaya menengah yang menerima KIP dan kelompok keluarga miskin yang menerima KIP.

Faktanya, dari 700 responden tersebut sebanyak separuhnya atau sejumlah 350 responden merupakan siswa nonmiskin alias keluarga mampu bahkan kaya yang menerima KIP.

350 siswa keluarga mampu yang tidak berhak menerima KIP itu tersebar di sejumlah kota yang menjadi lokasi survei termasuk Kota Jogja.

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Share

Bhekti Suryani
Bhekti Suryani Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online