Harga Daging Ayam Naik, Pedagang Panik

Jalu Rahman Dewantara
Jalu Rahman Dewantara Kamis, 31 Mei 2018 09:17 WIB
Harga Daging Ayam Naik, Pedagang Panik

Salah satu penjual daging ayam, Sugiran,43, sedang melayani pembelinya di pasar Argosari, Wonosari, Rabu (30/5/2018). /Harian Jogja- Jalu Rahman Dewantara

Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL- Memasuki pertengahan bulan Ramadan, pedagang di pasar Argosari, Wonosari diresahkan dengan kenaikan harga daging ayam potong. Pasalnya daya beli masyarakat menjadi berkurang.

Dari pantauan Harianjogja.com di Pasar Argosari, Wonosari, harga daging ayam kini mencapai Rp38.000 per kilogram. Naik Rp3.000 dari sebelumnya masih di kisaran Rp35.000 per kilogram.

Salah satu penjual daging ayam, Sugiran,43, mengaku akibat dari kenaikan harga tersebut daya beli konsumen alami penurunan. Jika hari biasa mampu menjual 30-60 kilogram, akan tetapi kini hanya mampu menjual sekitar 10-30 kilogram. "Sangat dirasakan [penurunannya] saya harap segera ada tindakan dari pemerintah," katanya, Rabu (30/5/2018).

Keresahan Sugiran makin menjadi, sebab dimungkinan menjelang Lebaran nanti harga daging ayam akan terus merangkak naik. Seperti Lebaran 2017 lalu, harga daging ayam menembus Rp45.000-50.000 per kilogram. "Tahun lalu segitu, takutnya nanti juga sama," cemasnya.

Hal senada juga diungkapkan penjual daging ayam lain, Tugiyati,42. Meski kenaikan seperti ini wajar terjadi, tapi Tugiyati berharap ada penanganan dari pihak terkait guna tetap menjaga harga daging ayam di pasaran tetap normal. "Minimal kalau naik jangan tinggi-tinggi lah, kasian pembeli juga," ucapnya.

Kenaikan ini diungkapkan para pedagang akibat menipisnya stok di tingkat penyuplai. Hal itu lantaran permintaan yang tinggi sejak dua bulan lalu.

Tidak hanya penjual, keluhan juga diungkapkan para pembeli daging ayam. Salah satunya diutarakan Sugiyarti, 48. Dia merasa keberatan jika harga terus melambung, sementara menedekati lebaran pengeluaran makin membengkak. "Yah untuk upayanya sih jadi beralih ke makanan lain seperti tempe dan tahu, tapi kalau beli ayam mungkin dikurangi dari awalnya beli satu kilogram jadi setengah aja," katanya.

Sementara itu Kepala Seksi Distribusi dan Perdagangan Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Gunungkidul, Sigit Hariyanto mengatakan naiknya harga daging ayam dikarenakan permintaan yang tinggi dipasaran.

Selain itu lanjutnya, banyak peternak ayam di Gunungkidul tidak maksimal dalam menghasilkan ayam. "Untuk menanggulanginya kita upayakan pasokan dari luar Gunungkidul, seperti dari Sleman dan Bantul," katanya.

Ditanya ihwal kemungkinan adanya permainan harga oleh oknum penyuplai, Sigit mengaku hingga kini belum ada laporan. Kendati demikian pihaknya akan terus lakukan pemantauan.

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Share

Nina Atmasari
Nina Atmasari Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online