Dinsos Bantul Targetkan 5.112 KPM PKH Mandiri pada 2026
Dinsos Bantul menargetkan 5.112 KPM PKH graduasi pada 2026 melalui pendampingan agar mampu mandiri dan tidak lagi bergantung pada bansos.
Foto ilustrasi pedagang sayur di Pasar Tradisional. - Freepik
Harianjogja.com, BANTUL—Stok bahan pangan di sejumlah pasar tradisional di Kabupaten Bantul dipastikan aman dan tidak mengalami gejolak harga yang ekstrem selepas perayaan Hari Raya Idulfitri 2026.
Kondisi di lapangan menunjukkan distribusi barang tetap lancar tanpa adanya praktik penimbunan oleh para spekulan.
Pantauan terkini di berbagai pusat perdagangan menunjukkan harga komoditas utama seperti beras dan telur masih berada dalam koridor normal.
Masyarakat masih dapat menjumpai beras program Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP) seharga Rp12.500 per kilogram, sementara beras medium bertahan di angka Rp13.000 per kilogram, Rabu (25/3/2026).
Kepala Dinas Koperasi, UKM, Perdagangan, dan Perindustrian (DKUKMPP) Bantul, Prapta Nugraha, mengungkapkan bahwa ketersediaan barang di pasar saat ini murni untuk memenuhi perputaran ekonomi harian.
Petugas di lapangan tidak menemukan adanya indikasi pedagang yang sengaja menyimpan barang dalam jumlah besar untuk memicu kenaikan harga.
"Dari hasil pengawasan, tidak ditemukan praktik penimbunan. Yang ada itu memang stok untuk kebutuhan usaha, bukan disimpan untuk spekulasi harga," ujar Prapta.
Menurutnya, skema penimbunan bahan pokok sebenarnya justru memberikan risiko kerugian bagi para pelaku usaha itu sendiri.
Karakteristik bahan pangan yang memiliki masa kedaluwarsa atau risiko kerusakan fisik membuatnya tidak ideal untuk ditahan dalam waktu lama demi keuntungan sesaat.
Kondisi ini dinilai berbeda dengan komoditas nonsubsidi atau barang tertentu yang memiliki pola distribusi khusus.
"Kalau bahan pokok seperti beras atau kebutuhan harian lain, menimbun itu justru berisiko dan tidak menguntungkan bagi pedagang. Tapi berbeda lagi kalau nimbunnya tabung gas," katanya lagi.
Meski permintaan sempat melonjak tinggi selama momen Lebaran, rantai pasok ke wilayah Bantul tetap terjaga dengan baik.
Pemerintah Kabupaten Bantul berkomitmen untuk terus menyisir kondisi di pasar-pasar tradisional guna menjamin stabilitas harga dan memastikan kebutuhan dapur masyarakat tetap terjangkau.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Dinsos Bantul menargetkan 5.112 KPM PKH graduasi pada 2026 melalui pendampingan agar mampu mandiri dan tidak lagi bergantung pada bansos.
Bahlil memastikan harga BBM subsidi tidak naik pada 2026. Pemerintah juga menyiapkan pembatasan konsumsi bagi masyarakat desil 9-10.
Pemkab Temanggung mulai menyalurkan Balinkes bagi warga kurang mampu. Bantuan maksimal Rp2,4 juta setahun untuk layanan kesehatan.
Perum BULOG Kantor Wilayah (Kanwil) Yogyakarta secara resmi membuka penyaluran Program Bantuan Pangan (Banpang) Beras untuk alokasi Juli, Agustus, dan September
DPRD Sleman menargetkan penghasilan PPPK, termasuk paruh waktu, dapat mencapai UMR pada 2027. Sebagian tenaga pendidik masih di bawah UMK.
Danantara menggarap 26 proyek hilirisasi senilai Rp225 triliun yang diproyeksikan menyerap 37.833 tenaga kerja langsung.