Proyek Konservasi Burung Aviary Purwosari Ditarget Rampung 2029
Pembangunan aviary Purwosari Gunungkidul kembali dilanjutkan tahun ini dengan anggaran Rp5,6 miliar dari Dana Keistimewaan DIY.
Bus mudik. /Solopos-Ardiansyah Indra Kumala
Harianjogja.com, BANTUL – Dinas Perhubungan Bantul menyiapkan 213 armada angkutan untuk menyambut mudik Lebaran 2018. Diharapkan dengan armada ini maka seluruh penumpang selama arus mudik maupun balik dapat terfasilitasi.
Kepala Dinas Perhubungan Bantul Aris Suharyanta mengatakan, 213 armada untuk lebaran didominasi oleh angkutan antar kota dalam provinsi (AKDP) sebanyak 105 unit. Sementara itu, armada untuk angkutan perbatasan 88 unit, angkutan pedesaan 17 unit dan sisanya tiga armada untuk angkutan cadangan.
“Sudah persiapkan dan dengan jumlah yang ada bisa memperlancar arus transportasi saat lebaran,” kata Aris kepada wartawan, Jumat (1/6/2018).
Dia menjelaskan, dari jumlah armada yang tersedia, tiga di antaranya tidak beroperasi seperti biasa. Ini lantaran, ketiga unit dipersiapkan untuk cadangan. Armada bus itu baru beroperasi saat terjadi penumpukan penumpang terlantar di wilayah Bantul.
“Istilahnya untuk berjaga-jaga saat keadaan darurat. Jadi kalau semua lancar, tiga armada cadangan tidak akan dioperasikan,” ungkapnya.
Menurut Aris, selain menyiapkan armada untuk transpotasi lebaran, dinas perhubungan juga akan melakukan pengujian kendaraan bermotor. Ramcheck ini dilaksanakan guna memastikan armada yang dipersiapkan layak jalan dan sesuai dengan standarisasi keselamatan. “Ya kalau tidak sesuai standarisasi, maka armada yang ada tidak bisa digunakan untuk angkutan,” ujarnya.
Dia pun berharap dengan persiapan menyambut operasi angkutan lebaran 2018 yang dilakukan dapat memperlancar transportasi baik saat arus mudik maupun balik. “Untuk kesiapan, kami tidak sendiri karena ada kerja sama lintas sektoral dengan Polres Bantul maupun lembaga dan instansi lainnya,” kata Aris lagi.
Wakil Ketua III DPD Organda DIY, Hantoro berharap agar pelaksanaan angkutan lebaran 2018 berjalan dengan lancar dan aman. Guna mewujudkan hal tersebut dibutuhkan berbagai persiapan mulai dari kesiapan infrastruktur maupun pendukung lainnya.
Dia mencotohkan, salah satu persiapan yang dilakukan dengan rutin mengecek kondisi kendaraan yang dipergunakan untuk armada angkutan. Menurut Hantoro, pengecekan sangat penting karena sebagai upaya mengetahui apakah armada layak digunakan atau tidak.
“Ramcheck sangat penting dan sebagai pengusaha bergerak di bidang transportasi berterima kasih karena dengan pengecekan maka akan diketahui apakah armada yang dimiliki layak jalan atau tidak,” kata pemilik Gege Transport di Imogiri ini.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Pembangunan aviary Purwosari Gunungkidul kembali dilanjutkan tahun ini dengan anggaran Rp5,6 miliar dari Dana Keistimewaan DIY.
SIM keliling Sleman 19 Mei 2026 hadir di Mitra 10, termasuk layanan malam di Sleman City Hall untuk perpanjangan SIM A dan C.
Wali Kota Jogja Hasto Wardoyo dorong skrining kesehatan mental siswa usai kasus klitih yang menewaskan pelajar di depan SMAN 3 Jogja.
Jadwal SIM keliling Jogja hari ini hadir di Alun-Alun Kidul dan layanan drive thru di Mal Pelayanan Publik Kota Jogja.
KAI Daop 6 Yogyakarta mencatat 246 ribu penumpang KAJJ selama libur Kenaikan Yesus Kristus, naik 189 persen dari pekan sebelumnya.
Disdik Sleman mulai adaptasi penerapan Bahasa Inggris di SD menjelang kebijakan wajib nasional pada tahun ajaran 2027/2028.