Serangan Monyet Bikin Resah Petani Tanjungsari Gunungkidul
Warga Padukuhan Kelor, Kemadang, Tanjungsari mengeluhkan serangan monyet ekor panjang yang merusak area pertanian yang dimiliki karena bisa gagal panen.
Bus mudik. /Solopos-Ardiansyah Indra Kumala
Harianjogja.com, BANTUL – Dinas Perhubungan Bantul menyiapkan 213 armada angkutan untuk menyambut mudik Lebaran 2018. Diharapkan dengan armada ini maka seluruh penumpang selama arus mudik maupun balik dapat terfasilitasi.
Kepala Dinas Perhubungan Bantul Aris Suharyanta mengatakan, 213 armada untuk lebaran didominasi oleh angkutan antar kota dalam provinsi (AKDP) sebanyak 105 unit. Sementara itu, armada untuk angkutan perbatasan 88 unit, angkutan pedesaan 17 unit dan sisanya tiga armada untuk angkutan cadangan.
“Sudah persiapkan dan dengan jumlah yang ada bisa memperlancar arus transportasi saat lebaran,” kata Aris kepada wartawan, Jumat (1/6/2018).
Dia menjelaskan, dari jumlah armada yang tersedia, tiga di antaranya tidak beroperasi seperti biasa. Ini lantaran, ketiga unit dipersiapkan untuk cadangan. Armada bus itu baru beroperasi saat terjadi penumpukan penumpang terlantar di wilayah Bantul.
“Istilahnya untuk berjaga-jaga saat keadaan darurat. Jadi kalau semua lancar, tiga armada cadangan tidak akan dioperasikan,” ungkapnya.
Menurut Aris, selain menyiapkan armada untuk transpotasi lebaran, dinas perhubungan juga akan melakukan pengujian kendaraan bermotor. Ramcheck ini dilaksanakan guna memastikan armada yang dipersiapkan layak jalan dan sesuai dengan standarisasi keselamatan. “Ya kalau tidak sesuai standarisasi, maka armada yang ada tidak bisa digunakan untuk angkutan,” ujarnya.
Dia pun berharap dengan persiapan menyambut operasi angkutan lebaran 2018 yang dilakukan dapat memperlancar transportasi baik saat arus mudik maupun balik. “Untuk kesiapan, kami tidak sendiri karena ada kerja sama lintas sektoral dengan Polres Bantul maupun lembaga dan instansi lainnya,” kata Aris lagi.
Wakil Ketua III DPD Organda DIY, Hantoro berharap agar pelaksanaan angkutan lebaran 2018 berjalan dengan lancar dan aman. Guna mewujudkan hal tersebut dibutuhkan berbagai persiapan mulai dari kesiapan infrastruktur maupun pendukung lainnya.
Dia mencotohkan, salah satu persiapan yang dilakukan dengan rutin mengecek kondisi kendaraan yang dipergunakan untuk armada angkutan. Menurut Hantoro, pengecekan sangat penting karena sebagai upaya mengetahui apakah armada layak digunakan atau tidak.
“Ramcheck sangat penting dan sebagai pengusaha bergerak di bidang transportasi berterima kasih karena dengan pengecekan maka akan diketahui apakah armada yang dimiliki layak jalan atau tidak,” kata pemilik Gege Transport di Imogiri ini.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Warga Padukuhan Kelor, Kemadang, Tanjungsari mengeluhkan serangan monyet ekor panjang yang merusak area pertanian yang dimiliki karena bisa gagal panen.
Gempa Kolombia menewaskan 265 orang dan merusak 53.526 rumah. Presiden Abelardo de la Espriella menetapkan status darurat ekonomi.
DPRD Kulonprogo meminta Pemkab menyiapkan solusi permanen kekeringan, termasuk pemetaan wilayah dan pembangunan sumber air alternatif.
BPKAD Kota Jogja mengembangkan SIAP, sistem pengingat digital untuk mendorong penarikan APBD tepat waktu dan mencegah penumpukan.
Iran menolak menghentikan perang dan membuka Selat Hormuz sebelum AS memenuhi tuntutan terkait perang, aset, dan gencatan senjata.
Ford Australia tarik 13.907 unit Ranger karena side curtain airbag berisiko gagal mengembang. Pengiriman dan test drive dihentikan sementara. Perbaikan gratis m