Buka Peluang Usaha dan Bantuan Modal, Pemkab Sleman Pertemukan UMKM dengan BUMN

Fahmi Ahmad Burhan
Fahmi Ahmad Burhan Kamis, 07 Juni 2018 23:50 WIB
Buka Peluang Usaha dan Bantuan Modal, Pemkab Sleman Pertemukan UMKM dengan BUMN

Perwakilan dari BUMN menjadi pembicara di acara Dialog Creativepreneurship Rumah Kreatif Sleman bersama Badan Usaha Milik Negara (BUMN) pada Kamis, (7/6/2018) di halaman Kantor Disperindag Sleman./Harian Jogja-Fahmi Ahmad Burhan

Harianjogja.com, SLEMAN- Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Sleman mengadakan acara Dialog Creativepreneurship Rumah Kreatif Sleman bersama Badan Usaha Milik Negara (BUMN) pada Kamis, (7/6/2018) di halaman Kantor Disperindag Sleman. BUMN memberikan penjelasan terkait fungsinya dalam mengembangkan Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) melalui Corporate Social Responsibility (CSR).

Acara Dialog Creativepreneurship Rumah Kreatif Sleman bersama BUMN merupakan bagian dari rangkaian Pasar Lebaran 2018. Kordinator CSR PT Pertamina Depo Rewalu Tunjung Baskoro Adi mengatakan BUMN bertanggung jawab memberikan CSR. "CSR itulah yang digunakan dalam memberikan pendampingan pada UMKM," katanya, Kamis.

Tunjung mengatakan pemberian CSR yang dilakukan oleh Pertamina tidak hanya sebatas pembiayaan permodalan saja tapi juga pendampingan. "Bahkan kami melakukan riset, di beberapa wilayah binaan, kita carikan masalahnya seperti apa juga potensi yang ada di wilayah tersebut," ujarnya.

Tunjung mengatakan ada beberapa sektor garapan dari pengembangan UMKM oleh Pertamina yaitu sektor pertanian, peternakan, jamu, jamur, desa wisata, kambing, perikanan dan pengelolaan sampah mandiri. Tidak hanya memberikan pembiayaan, Pertamina juga menurut Tunjung memberikan pendampingan langsung pada UMKM yang mendapat bantuan melalui CSR. Selain itu Pertamina bekerja sama juga dengan universitas, juga praktisi bisnis agar memberikan bimbingan pada UMKM tersebut.

"Kami selesaikan juga masalah di wilayah yang akan kami beri CSR, misal masalah di peternakan itu banyaknya pencurian atau ternaknya banyak yang mati maka kita bikin posyandu ternak juga pasang pagar maka kematian ternak berkurang," ujarnya.

Dalam acara itu juga hadir juga beberapa perwakilan dari UMKM di Sleman. Tunjung berpesan agar UMKM tidak cepat menyerah dalam menjalani usahanya. "Jangan cepat menyerah ketika ada masalah, tapi kita cari solusinya," kata Tunjung.

Pemimpin Cabang PT Permodalan Nasional Madani (PNM) DIY Hariono mengatakan PNM berbeda dengan lembaga keuangan lainnya. Menurutnya PNM tidak hanya memberikan bantuan dana bagi UMKM tapi juga memberikan pembinaan. "Ada tiga poin yang dilakukan oleh PNM dalam memberikan pengembangan bagi UMKM, yaitu finansial, intelektual, dan spiritual," katanya.

Menurut Hariono, tidak cukup sebuah lembaga keuangan seperti PNM hanya memberikan modal finansial saja pada UMKM. Tapi PNM memberikan modal intelektual dengan melakukan pembinaan dan pelatihan. Selain itu modal spiritual agar rezeki yang dihasilkan dari UMKM berkah.

Setelah adanya dialog tersebut, Perwakilan dari Rumah Kreatif Sleman Juwono mengatakan akan ada tindak lanjut kerja sama antara BUMN dengan UMKM di Sleman. "Dengan PNM dan Pertamina harapannya untuk membangun komunikasi lebih dalam dengan UMKM. UMKM ini basisnya kelompok, dan nanti tindak lanjutnya harapannya ada maping usaha-usaha di sekitaran BUMN itu agar mendapat pembinaan," ungkap Juwono. 

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Share

Bhekti Suryani
Bhekti Suryani Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online