Top Ten News Jogja 16 Mei 2026: Mandala Krida Dikaji, 32 Anak Divisum
Top Ten News Jogja 16 Mei 2026: Mandala Krida, 32 anak divisum, SPMB 2026, Waisak, hingga sapi kurban Presiden Prabowo.
Pemudik tiba di Terminal Giwangan, Jumat (8/6/2018)./Harian Jogja-Abdul Hamid Razak
Harianjogja.com, JOGJA-Pemudik pada arus mudik tahun ini mulai berdatangan ke Terminal Giwangan, Jogja. Puncak pemudik di Terminal ini diperkirakan terjadi dua kali.
Puncak mudik pertama diperkirakan terjadi pada Sabtu (9/6/2018) dan Minggu (10/6/2018) ketika ribuan pemudik dari Jakarta dan Jawa Barat yang menggunakan program mudik gratis tiba di Giwangan. "Kami mendapat surat edaran dari Kemenhub, jika terminal tipe A mengantisipasi puncak arus mudik pada Sabtu (9/6/2018) dan Minggu (10/6/2018)," kata Kepala Satuan Pelayanan Terminal Giwangan Jogja Bekti Zunanta kepada Harianjogja.com, Jumat (8/6/2018).
.jpeg)
Berdasarkan data dari Kementerian Perhubungan, jumlah rombongan pemudik yang mengikuti program ini bertambah. Jika sebelumnya jumlah pemudik gratis dari Kemhub (50 bus dan lima truk), maupun Jasa Raharja (27 bus) yang turun di Terminal Giwangan hanya tercatat 2.025 orang, jumlahnya bertambah 50 Bus lagi. Rombongan terakhir ini berasal dari 2.500 orang pemudik gratis dari Dishub Pemprov Jawa Barat.
Diprediksi, jumlah total pemudik gratis yang turun di Terminal ini sekitar 7.000 orang. Jumlah tersebut belum termasuk pemudik yang datang menumpang angkutan lebaran reguler yang rata-rata mencapai 3.500 hingga 4.800 orang perhari. Sejak H-8 hingga H-7 ini tercatat sekitar 9.000 penumpang yang datang dan 12.000 penumpang yang berangkat menggunakan bus AKAP.
Jumlah tersebut, menurut Bekti belum termasuk jumlah Bus ekstra yang tidak temasuk dalam hitungan bus reguler. Pada Kamis (7/6) jumlah bus ekstra yang masuk ke Giwangan tercatat 26 unit hanya mulai pukul 21.00-23.00 WIB. "Hingga Jumat [8/6/2018] siang ini sudah ada 14 Bus ekstra yang masuk," katanya.
Meski Kemenhub memprediksi puncak arus mudik di Terminal terjadi pada Sabtu-Minggu nanti, namun Bekti juga memperkirakan H-2 akan menjadi puncak arus mudik kedua. Alasannya, hal itu berpaku pada perilaku pemudik pada tahun lalu. "Kemenhub mungkin memprediksi pada saat arus dalam perjalanan, sementara kami melihat pada kebiasaan arus penumpang yang datang tahun lalu," ujarnya.
.jpeg)
Terkait armada bus reguler selama arus Lebaran 2018 di Terminal Giwangan, prediksi naik sekitar 0,6% saja. "Untuk angkutan reguler, berpaku pada Lebaran 2017 rata-rata per hari ada 1.700 bus. Kami perkirakan pada musim mudik ini kenaikannya hanya 0,6 persen saja," ujarnya.
Sementara itu, jumlah pemudik yang berangkat dari Terminal Giwangan juga mulai menunjukkan peningkatan. Jika sebelum masa angkutan Lebaran hanya tercatat sekitar 6.000-7.000 penumpang yang berangkat, saat ini jumlahnya antara 8.000-8.100 orang penumpang. Umumnya mereka berangkat dengan tujuan Jawa Barat hingga Sumatera. "Kami berangkat jauh hari agar tidak terjebak macet. Mau ke Lampung," kata Masyruroh, salah seorang penumpang bus Sinar Jaya.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Top Ten News Jogja 16 Mei 2026: Mandala Krida, 32 anak divisum, SPMB 2026, Waisak, hingga sapi kurban Presiden Prabowo.
Cek jadwal terbaru KRL Solo-Jogja Senin 18 Mei 2026 lengkap dari Palur sampai Yogyakarta. Tarif tetap Rp8.000 sekali perjalanan.
Fabio Di Giannantonio menangi MotoGP Catalunya 2026 yang dua kali dihentikan akibat kecelakaan beruntun di Barcelona.
BMKG memprediksi hujan masih berpotensi terjadi di sejumlah wilayah DIY hingga 20 Mei 2026 akibat pengaruh fenomena MJO.
Kapolri Jenderal Listyo Sigit melantik Kalemdiklat Polri, lima kapolda baru, dan satu pejabat utama Mabes Polri di Jakarta.
Balapan MotoGP Catalunya 2026 dua kali dihentikan setelah kecelakaan beruntun melibatkan Alex Marquez, Bagnaia, Zarco, dan Acosta.