Hari Pertama Bulan Tertib Jalan, Satpol PP DIY Bongkar Ratusan Reklame Ilegal
Petugas Satpol PP DIY menertibkan setidaknya ratusan buah sampah visual berupa spanduk, banner, dan rontek tak berizin di tiga titik.
Pengunjung mulai berdatangan ke Tlogo Muncar salah satu objek wisata di Tanaman Nasional Gunung Merapi (TNGM) pada Senin (11/6/2018)./Harian Jogja-Fahmi Ahmad Burhan
Harianjogja.com,SLEMAN- Objek wisata di Taman Nasional Gunung Merapi (TNGM) mulai dibuka kembali pada Senin (11/6/2018). Pengunjung mulai ramai berkunjung ke beberapa objek wisata di TNGM.
Berdasarkan surat edaran dari Balai Taman Nasional Gunung Merapi (BTNGM) tentang pembukaan objek wisata di kawasan TNGM, beberapa objek wisata di TNGM dibuka kembali setelah sebelumnya ditutup pasca erupsi Gunung Merapi pada Jumat (1/6/2018).
“Merujuk rekomendasi dari BPPTKG [Balai Penyelidikan dan Pengembangan Teknologi Kebencanaan Geologi] perihal aktivitas Gunung Merapi pada tingkat waspada, dengan batas aktivitas penduduk ada pada tiga kilometer, juga memperhatikan libur lebaran, maka beberapa objek wisata di TNGM dibuka kembali pada Senin,” ujar Kepala Balai TNGM Ammy Nurwati berdasarkan rilis.
Ada beberapa objek wisata di Sleman yang masuk pada TNGM di antaranya Tlogo Muncar, Tlogo Nirmolo, Panguk, dan Plunyon. Berdasarkan pantauan, beberapa objek wisata yang buka tersebut mulai didatangi pengunjung.
“Sebenarnya dari sebelum dibuka juga sudah ada yang datang,” ujar Staf Pengelola objek wisata Tlogo Muncar, Betty Ningsih pada Harianjogja.com Senin. Namun, saat Tlogo Muncar masih ditutup, pengunjung hanya menikmati wilayah sekitaran Tlogo Muncar dengan bermain bersama kera ekor panjang di sekitaran parkiran.
Betty mengatakan di hari pertama buka, pengunjung sudah mulai berdatangan dan cukup ramai. Namun, karena status Gunung Merapi masih waspada, maka beberapa tempat di Tlogo Muncar yang bisa dilalui pengunjung hanya sampai air terjun, dan taman di Tlogo Muncar. “Pengunjung tidak diperbolehkan menaiki sampai wilayah Plawangan,” ujarnya.
Menurut Betty pengunjung tidak diperbolehkan sampai wilayah Plawangan karena ditakutkan terjadi aktifitas yang meningkat dari Gunung Merapi dan sulit untuk melakukan evakuasi. “Kemarin saja pada saat [Tlogo Muncar] dibuka dan terjadi erupsi, ada yang masih di Plawangan, kita cukup kesulitan melakukan evakuasi sampai sore hari,” kata Betty.
Selain itu dalam mengantisipasi status Gunung Merapi yang masih waspada, pengelola Tlogo Muncar bekerjasama dengan tim SAR juga Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Sleman untuk penanggulangan bencana.
Betty mengatakan ketika lebaran nanti diperkirakan akan terjadi lonjakan pengunjung. Menurutnya, rata-rata di hari biasa jumlah kunjungan di Tlogo Muncar bisa mencapai 200 kunjungan, sedangkan jika berkaca di libur lebaran tahun tahun lalu, jumlah kunjungan bisa mencapai 4.000 kunjungan.
“Biasanya paling ramai akan terjadi di H+2,” ucap Betty. Meski demikian, menurut Betty jumlah kunjungan di libur lebaran tahun ini diprediksi akan menurun jika dibanding lebaran tahun lalu dikarenakan status Gunung Merapi yang masih waspada.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Petugas Satpol PP DIY menertibkan setidaknya ratusan buah sampah visual berupa spanduk, banner, dan rontek tak berizin di tiga titik.
Komdigi meminta seluruh platform digital menyelesaikan self assessment PP Tunas sebelum 6 Juni 2026 untuk perlindungan anak di ruang digital.
Pemkot Yogyakarta kembangkan Program Bule Mengajar di kampung wisata untuk memperkuat pariwisata berbasis masyarakat dan UMKM lokal.
Keluarga korban romusha asal Belanda mengunjungi Monumen Kereta Api Pekanbaru untuk mengenang tragedi kerja paksa era Perang Dunia II.
Pasar motor listrik di Jogja terus tumbuh. Indomobil eMotor menyebut Sleman menjadi pasar terbesar dengan penjualan menjanjikan.
Jadwal terbaru KRL Solo-Jogja Jumat 15 Mei 2026 lengkap dari Palur hingga Yogyakarta dengan tarif Rp8.000 dan perjalanan sejak pagi.