Asita Khawatir Kenaikan Harga Tiket Pesawat Hambat Pertumbuhan Wisata
Association of The Indonesian Tours and Travel Agencies (Asita) DIY menilai kebijakan kenaikan harga tiket pesawat akan menghambat pertumbuhan wisatawan
Suasana Pantai Baron, Tanjungsari, Selasa (15/5/2018)./Harian Jogja-Jalu Rahman Dewantara
Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL- Wisatawan yang hendak berkunjung ke pantai selatan Gunungkidul diimbau hati-hati terkait sengatan ubur-ubur yang dalam beberapa hari terkahir ini kerap terjadi.
Terhitung dalam tiga hari terakhir dua kasus sengatan ubur-ubur telah terjadi. Kasus pertama terjadi pada Rabu (13/06/2018) siang kemarin yang menimpa Danifa, 6. Wisatawan lokal asal Karang Duwet, Kecamatan Wonosari ini tersengat di bagian tangan saat dirinya berwisata di Pantai Kukup.
Akibat sengatan tersebut, korban mengalami sesak nafas dan harus dilarikan ke Pos Kesehatan Pantai Baron.
Sementara itu untuk kasus kedua terjadi pada Kamis siang kemarin. Korbannya lagi-lagi menimpa seorang bernama anak bernama Afis,9. Wisatawan asal Bantul ini juga tersengay ubur-ubur di Pantai Kukup. Kala itu, korban penasaran tatkala melihat benda seperti balon biru tengah mengapung di air kemudian korban memegangnya. Akibatnya, korban lantas disengat dan mengalami gatal-gatal.
Sementara itu, Ketua Sat Linmas SAR Istimewa, Marjono mengatakan, dari hasil penyisiran sejauh 150 Mil yang dilakukan pihaknya di sekitar pantai selatan pada beberapa waktu lalu, sudah muncul ubur-ubur yang dikenal masyarakat dengan sebutan impes itu.
Hal tersebut berpotensi menganggu wisatawan yang sedang menikmati liburan di kawasan pantai. "Ubur-ubur ini sudah menepi di kawasan pantai sehingga mengancam pengunjung,” jelas Marjono, Minggu (15/6/2018).
Marjono mengungkapkan serangan ubur-ubur mirip dengan sengatan kalajengking. Hal tersebut tentu dapat membuat wisatawan merasakan sakit nyeri. "Kita membutuhkan alkohol dan oksigen sebagai pengobatan pertama," imbuhnya.
Selain serangan ubur-ubur, Marjono juga mengimbau kepada wisatawan agar menjauhi zona bahaya di tepi pantai. Pihaknya berharap agar setiap himbauan yang diberikan oleh petugas dapat menjadi perhatian.
Terpisah, Sekretaris Dinas Kesehatan Kabupaten Gunungkidul, Priyanta Madya menambahkan bahwa pihaknya menyiapkan Puskesmas yang ada di sekitar obyek wisata pantai untuk stand by 24 jam dalam memberikan penanganan medis. Sejumlah obat-obatan pun juga telah ditambahkan untuk antisipasi lanjutan.
Kata Priyanta ada 5 Puskesmas yang siap 24 jam. Tambahan tabung oksigen dan alkohol seperti permintaan SAR juga telah pihaknya siapkan.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Association of The Indonesian Tours and Travel Agencies (Asita) DIY menilai kebijakan kenaikan harga tiket pesawat akan menghambat pertumbuhan wisatawan
Dinkes Sleman perketat pemisahan jeroan kurban untuk cegah kontaminasi dan risiko penyakit saat Iduladha 2026.
Disdukcapil Bantul mencatat 985.142 penduduk pada 2025. Banguntapan menjadi wilayah terpadat dengan 118.712 jiwa.
Polda Metro Jaya menangkap 173 tersangka dari 127 kasus kejahatan jalanan di Jakarta selama 1–22 Mei 2026 melalui operasi terpadu.
UPNV Jogja menonaktifkan lima dosen terkait dugaan kekerasan seksual. Seluruh aktivitas Tridharma dihentikan selama proses investigasi.
BP BUMN dan Kemnaker memperkuat sinergi transformasi BUMN dengan memastikan perlindungan pegawai dan hubungan industrial tetap sehat.