PT Angkasa Pura I (Persero) menggunakan alat berat merobohkan Gereja Kristen Jawa Palihan di calon lokasi Bandara New Yogyakarta International Airport (NYIA) di, Palihan, Temon, Kulonprogo, Senin (04/12/2017). (Harian Jogja/Desi Suryanto)
Harianjogja.com, JOGJA- Pembangunan New Yogyakarta International Airport (NYIA) sudah memasuki tahapan konstruksi. PT Angkasa Pura I berharap pengoperasian awal bandara ini dapat langsung meluncurkan penerbangan internasional dengan pesawat berbadan besar.
Direktur Utama PT Angkasa Pura I, Faik Fahmi mengungkapkan saat ini konstruksi pembangunan bandara mulai dilakukan. "Mudah-mudahan bandara baru di Kulonprogo ini, pengoperasiannya bisa diawali dengan penerbangan internasional dengan pesawat besar," ujar Fahmi, Rabu (20/6/2018).
Selama ini, permintaan penerbangan langsung untuk rute internasional ke Jogja sangat tinggi. Namun, keterbatasan slot dan kapasitas Bandara Internasional Adisutjipto untuk menampung pesawat berbadan besar belum bisa diupayakan. Adapun rute internasional yang baru terlayani yakni dari Singapura dan Malaysia.
Fahmi berharap bandara di pesisir Kulonprogo ini nantinya akan membuka jalur internasional dari berbagai rute yang dampaknya akan sangat besar bagi perekonomian DIY dan sekitarnya. Seusai Lebaran ini, Fahmi menegaskan pihaknya akan lebih aktif dalam mempersiapkan rute penerbangan internasional dengan pesawat besar.
"Kami sudah menawarkan ke sejumlah maskapai, baik domestik maupun internasional untuk segera mempersiapkan rute internasional yang nantinya dapat mulai dioperasionalkan saat bandara Kulonprogo ini dibuka," ungkap Fahmi.
Potensi penerbangan internasional langsung dari Kulonprogo tidak hanya akan memberikan dampak signifikan terhadap pariwisata. Logistik atau kargo keluar negeri juga akan terdongkrak, sehingga dapat memberikan pasar yang lebih luas pada produk-produk lokal di DIY, Jawa Tengah dan sekitarnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.