Laboartorium Obah #3 dan Cara Menjadi Manusia di Tengah Riuhnya Dunia
Alih-alih mandek sepeninggal Sang Maestro Jemek Supardi empat tahun silam, pantomim di Jogja terus dipertunjukkan, dengan segala kreativitas dan inovasinya.
Foto ilustrasi. /Solopos-Nicolous Irawan
Harianjogjacom, GUNUNGKIDUL—Volume sampah di Tempat Pembuangan Akhir Sampah (TPAS) Wukirsari, Desa Baleharjo, Wonosari bakal meningkat bulan ini. Libur Lebaran diduga menjadi faktor peningkatan tersebut.
Koordinator TPAS Wukirsari Rusdiyanto mengatakan volume sampah yang ditampung di TPAS Wukirsari pada awal Juni hingga hari ini diperkirakan mencapai 5.000 meter kubik. Lebih besar dibanding bulan-bulan sebelumnya yang berada di kisaran 3.000 hingga 3.500 meter kubik.
"Perkiraan sementara segitu [5.000 meter kubik] dilihat dari banyaknya sampah yang kemarin kami angkut. Data validnya menunggu akhir bulan ini [Juni]," ujar Koordinator TPAS Wukirsari, Rusdiyanto, Minggu (24/6/2018).
Adapun TPAS Wukirsari menerima kurang lebih 250 meter kubik sampah perhari selama libur lebaran. Sedangkan untuk hari biasa berkisar 140-160 meter kubik.
Momen libur Lebaran menurut Rusdiyanto menjadi faktor peningkatan volume sampah. Hal ini lantaran banyaknya wisatawan yang berkunjung ke Gunungkidul selama libur tersebut.
Sebagaimana diketahui jumlah wisatawan yang berkunjung ke sejumlah obyek wisata menurut data Dinas Pariwisata (Dinpar) Gunungkidul mencapai 300.000 wisatawan selama libur lebaran tahun ini. Sementara itu menurut prediksi Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Gunungkidul setiap wisatawan menghasilkan tujuh ons sampah.
Meski ada peningkatan menurut Rusdiyanto tidak lebih banyak dibanding tahun lalu. Sebab armada pengangkut sampah untuk tahun ini hanya mengangkut sampah dua kali rit.
"Tahun lalu bisa bolak-balik tiga kali," ujarnya.
Rusdiyanto mengatakan selain di obyek wisata, produksi sampah juga berasal dari limbah pasar dan rumah tangga. "Kalau di pantai dan pasar kebanyakkan [sampah] plastik dan sayur-mayur," jelasnya.
Dia menambahkan pada saat malam takbir sampah yang dihasilkan masyarakat juga makin banyak. Bahkan petugas kebersihan diakuinya tidak libur pada saat momen tersebut. "Memang [banyak] sampah di sekitar alun-alun saat malam takbir, didominasi sampah kertas," imbuh dia.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Alih-alih mandek sepeninggal Sang Maestro Jemek Supardi empat tahun silam, pantomim di Jogja terus dipertunjukkan, dengan segala kreativitas dan inovasinya.
Kasus daycare Jogja, 32 anak mulai divisum. Dugaan kekerasan fisik dan psikis, korban diperkirakan capai 130 anak.
Dua ASN Kementerian PU dipanggil dari luar negeri karena dugaan suap dan pelanggaran etik. Menteri PU tegaskan disiplin.
Jogja jadi tuan rumah Kongres XV HIMPSI 2026. Bahas kesehatan mental, SDM, hingga ketangguhan bangsa di era global.
PPIH siapkan jalur khusus lansia di Terminal Ajyad Makkah. Bus shalawat ditambah hingga 140 armada jelang puncak haji.
Imigrasi Yogyakarta gagalkan 3 calon haji non-prosedural di Bandara YIA. Total 6 orang dicegah, modus jalur ilegal terendus sistem.