Tim Gabungan Berjibaku Padamkan Api di Bromo
Kementerian Kehutanan terus mengintensifkan operasi terpadu untuk mengendalikan kebakaran hutan yang masih terjadi di kawasan Taman Nasional Bromo Tengger Semer
Gubernur DIY Sri Sultan HB X dan GKR Hemas berjabat tangan dengan aparatur sipil negara (ASN) saat acara syawalan di kompleks Parasamya, Senin (25/6/2018)./Harian Jogja-Ujang Hasanudin
Harianjogja.com, BANTUL--Gubernur DIY Sri Sultan HB X berharap Kabupaten Bantul mengembangkan wisata susur sungai di Desa Segoroyoso, Kecamatan Pleret untuk mengingat kebesaran Kerajaan Mataram di kawasan tersebut.
Sultan mengatakan Segoroyoso pernah menjadi kota besar Kerajaan Mataram. "Mungkin tidak, ada kapal menyusuri kali dari Sleman dekat Hotel Jayakarta ke Segoroyoso? Ini untuk membangun image Mataram dulu di Segoroyoso," kata Sultan saat acara syawalan bersama aparatur sipil negara (ASN) Bantul di kompleks Parasamya, Senin (25/6/2018).
Sultan mengatakan gagasan tersebut berawal dari kunjungannya ke Segoroyoso, beberapa waktu lalu. Menurut dia, Segoroyoso menjadi bagian dari sejarah Mataram dan Sultan Agung.
Segoroyoso pernah menjadi laut buatan yang dibuat oleh Sultan Agung. Laut buatan tersebut membendung Sungai Opak sebagai tempat latihan tentara Mataram saat akan melawan Belanda.
Salah satu bukti sejarahnya adalah tanggul sungai di Dusun Trukan, Segoroyoso.
Untuk mewujudkan harapan tersebut diakui Sultan tidaklah mudah. Karena itu, ia berharap masukan dari masyarakat, pemerintah desa, hingga pemerintah kabupaten apa yang menjadi kendala dan bagaimana kondisi di lapangan.
Bahkan ia siap membantu melengkapi bukti sejarahnya ke Leiden Belanda jika dibutuhkan.Tidak hanya destinasi wisata yang perlu dikembangkan, tetapi juga semua potensi yang ada di sekitar wilayah Segoroyoso.
"Kami berharap [gagasan susur sungai di Segoroyoso] jadi isu yang bisa dikerjakan bersama. Sekiranya tak ada jembatan yang menghalangi, susur sungai ini bisa dilaksanakan," ucap Sultan.
Pelaksana Tugas Kepala Dinas Pariwisata Bantul, Kwintarto Heru Prabowo menyatakan secara prinsiap dinas siap menjalankan apa yang menjadi harapan Sultan. Ia mengatakan saat ini Bantul memang tengah menyusun detail engineering desain (DED) pengembangan kawasan wisata dari Kotagede sampai ke Pleret.
Namun belum muncul ide untuk membuka destinasi wisata air.
Harapan Sultan tersebut diakui dia akan menjadi masukan. Dispar bersama sejumlah dinas terkait dan beberapa pihak siap mengkaji gagasan Sultan. Kajian juga akan melibatkan para ahli. Menurut dia, memang banyak artefak peninggalan Kerajaan Mataram di Segoroyoso.
"Saya menangkap keinginan Ngarso Dalem ini bagaimana peninggalan Mataram dari Kotagede sampai Segoroyoso terangkat dan dikemas melalui destinasi wisata," ujar Kwintarto.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Kementerian Kehutanan terus mengintensifkan operasi terpadu untuk mengendalikan kebakaran hutan yang masih terjadi di kawasan Taman Nasional Bromo Tengger Semer
Rahmat Erwin Abdullah meraih emas Asian Games 2026 nomor 75 kg putra dengan total 366 kg. Ia juga mencatatkan rekor dunia lewat angkatan clean and jerk.
Elf rombongan wisatawan asal Bogor terguling di Tanjakan Bundelan, Gunungkidul. Satu penumpang tewas dan lima orang dirawat.
Oxford Economics merilis Global Cities Index 2026 yang memeringkat 1.000 kota. New York, London, dan Paris berada di tiga posisi teratas.
Harga cabai rawit di Sleman mencapai Rp70.000 per kilogram. Disperindag memastikan stok di pasar masih aman meski pasokan berkurang.
DPD PDI Perjuangan DIY menyampaikan dukacita atas wafatnya Guruh Soekarnoputra dan mengajak kader serta simpatisan mendoakan almarhum.