Resmi, Sekolah Tatap Muka DIY Dicoba April 2021
Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga (Disdikpora) DIY menargetkan uji coba pembelajaran tatap muka untuk 10 sekolah tingkat SMA dan SMK di DIY dilaksanakan pada pertengahan April 2021.
Syawalan keluarga penyintas kanker di Bangsal Sewokoprojo, Wonosari, Gunungkidul, Minggu (1/7/2018)./Harian Jogja-Jalu Rahman Dewantara
Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL—Anda menderita kanker? Jangan malu dan takut untuk berobat. Tak bisa dipungkiri, saat ini banyak penderita kanker yang malu minder dalam memeriksakan penyakitnya. Pemeriksaan medis memungkinkan penyakit itu tidak kian mengganas.
Hal itulah yang disampaikan pendiri Keluarga Penyintas Kanker Gunungkidul (KPKD), Ngadiyono. Ditemui setelah syawalan antarpenyintas kanker Gunungkidul di Bangsal Sewokoprojo, Wonosari, Gunungkidul, Minggu (1/7/2018), dia mengajak penyintas kanker agar tidak malu dan minder, sehingga mudah dalam penanganan penyakit tersebut.
Sebab lanjutnya sifat keterbukaan para penyintas akan memudahkan tim medis dalam penanganan penyakit tersebut. Ngadiyono menambahkan jika berjuang sendiri bagi tiap penyintas kanker adalah hal yang berat. Atas hal itu perlu adanya wadah kominitas yang bisa berjibaku bersama meningkatkan semangat para penyintas. “Saat ini, ada 26 orang penderita kanker yang tergabung dalam komunitas tersebut. Sebanyak 14 di antaranya anak-anak,” ucap dia.
Pembina KPKG, Desiyanti menambahkan adanya komunitas ini diharapkan bisa memberikan semangat dalam perjuangan melawan kanker. Desi sendiri memiliki penyakit kanker tulang yang diidap sejak beberapa tahun terakhir sehingga memaksanya menggunakan kursi roda.
Tujuan pembentukan komunitas ini, menurut Desi adalah agar para penyintas kanker bisa berkumpul, saling menguatkan satu sama lainnya. Dia mengungkapkan sebagian besar anggotanya orang kurang mampu, atas hal itu perlu ada penguatan satu sama lain.
"Saling menguatkan sehingga tumbuh nilai positif. Sehingga jika ada yang mengalami kesulitan bisa dicarikan solusi," ucap dia.
Wanita yang juga menjadi anggota DPRD Gunungkidul ini berusaha mendorong pemerintah untuk lebih memperhatikan penyintas kanker ini. Salah satunua dengan menguatkan komunikasi dengan pemerintah melalui Yayasan Kanker Indonesia (YKI) Gunungkidul. "Sehingga para penyintas kanker yang kurang mampu bisa memperoleh haknya terutama dalam penyembuhan," ujar dia.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga (Disdikpora) DIY menargetkan uji coba pembelajaran tatap muka untuk 10 sekolah tingkat SMA dan SMK di DIY dilaksanakan pada pertengahan April 2021.
Jadwal terbaru Prameks Jogja–Kutoarjo 2026 lengkap. Simak jam keberangkatan, tips hindari kehabisan tiket, dan jam sibuk penumpang.
Jadwal DAMRI Jogja ke YIA 2026 lengkap dengan tarif Rp80.000. Transportasi praktis, nyaman, dan bebas ribet menuju bandara.
Jadwal lengkap KA Bandara YIA 2026 dari Tugu Jogja ke bandara. Solusi cepat, bebas macet, dan tepat waktu untuk kejar pesawat.
Cek jadwal lengkap KRL Solo–Jogja 16 Mei 2026 dari Palur hingga Jogja. Tarif Rp8.000, berangkat pagi hingga malam.
Libur panjang akhir pekan dorong wisata Sleman naik. Merapi, Kaliurang hingga Prambanan diprediksi jadi tujuan favorit.