Diterpa Pemberitaan Diprotes, Pembangunan Gedung Fakultas Sastra USD Sesuai Prosedur

Sunartono
Sunartono Selasa, 03 Juli 2018 12:44 WIB
Diterpa Pemberitaan Diprotes, Pembangunan Gedung Fakultas Sastra USD Sesuai Prosedur

Rektor USD Johanes Eka Priyatma (kanan) memberikan tumpeng kepada Dukuh Mrican dalam kenduri, Rabu (18/4/2018). / Harian Jogja/Sunartono).

Harianjogja.com, SLEMAN--Rektor Universitas Sanata Dharma (USD) Johanes Eka Priyatma mengatakan proses pembangunan gedung Fakultas Sastra yang berlokasi di Jalan STM Pembangunan Mrican, Caturtunggal, Depok, Sleman sudah sesuai prosedur. Pernyataan itu disampaikan setelah ada pemberitaan tentang protes pihak yang mengatasnamakan warga terkait pembangunan gedung.

Eka mengakui ada pihak yang mengatasnamakan perwakilan warga mendatangi lokasi proyek dan meminta agar pengecoran dihentikan karena ada warga yang merasa terganggu. Kedatangan perwakilan warga itu terjadi pada Jumat (29/6/2018) malam sekitar pukul 18.45 WIB. “Keluhannya karena terganggu dengan pengecoran,” katanya dalam konferensi pers yang digelar di Ruang Kadarman, Gedung Pusat Kampus 2 USD, Senin (2/7/2018) sore.

Ia mengatakan secara prinsip pihaknya siap berkomunikasi dengan warga. Beberapa warga yang berdekatan dengan lokasi proyek justru memaklumi akan kondisi proses pembangunan tersebut.

Terkait sosialisasi pada April 2018 lalu, kampus sudah menghadirkan puluhan warga, pimpinan perdukuhan dan tokoh masyarakat yang dikemas dalam acara kenduri. Komunikasi terkait adanya keluhan sebenarnya sudah pernah akan digelar dan dijadwalkan menghadirkan pimpinan perdukuhan dan perwakilan warga terutama kalangan pemuda, tetapi mereka tidak hadir. “Kami sangat terbuka, apa persoalannya kami siap bermusyawarah memberikan solusi,” ujarnya.

Eka menegaskan di sisi lain proses pembangunan gedung seluas 8.471 meter persegi itu sudah sesuai prosedur. Bahkan proses perizinan memakan waktu sekitar empat tahun hingga mendapatkan izin mendirikan bangunan (IMB) bernomor 503/003659.54.17/1671/IMB/2017.

Selain dari kalangan pemerintah, izin juga didapatkan dari militer dalam hal ini Lanud Adisutjipto mengingat kawasan titik pembangunan merupakan military area untuk penerbangan pesawat latih. “Jadi semua sudah sesuai prosedur, tidak ada yang kami langgar,” ujarnya.

Pimpinan Kontraktor Pembangunan Gedung Fakultas Sastra USD Markus menyatakan terkait keluhan warga pihaknya sudah memberikan jadwal pelaksanaan pengecoran sebagai bentuk keterbukaan. Selain itu, pihaknya secara maksimal meminimalisasi adanya kotoran tanah di sekitar jalan dan meminimalisasi adanya debu. Saat warga meminta untuk dihentikan pelaksanaan pengecoran pihaknya pun menuruti.

“Semua warga sekitar lokasi pembangunan kami sudah sowani [datangi untuk berkomunikasi], kendaraan proyek setiap kali keluar menuju jalan selalu disiram agar tidak mengotori jalan, tujuannya agar tidak menganggu warga,” kata dia. (Sunartono)

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Share

Laila Rochmatin
Laila Rochmatin Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online