Awas, Angin Kencang Landa Gunungkidul

Jalu Rahman Dewantara
Jalu Rahman Dewantara Kamis, 05 Juli 2018 18:20 WIB
Awas, Angin Kencang Landa Gunungkidul

Ilustrasi Pantai Baron./Harian Jogja

Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL--Beberapa hari terakhir angin  kencang terasa di sebagian wilayah Gunungkidul. Masyarakat diminta waspada.

Meski belum ada laporan dari dampak angin kencang ini, Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Gunungkidul, Edy Basuki tetap mengimbau masyarakat untuk mewaspadai pohon tumbang serta baliho yang rawan roboh.

Edy mengungkapkan pihaknya telah melakukan pantauan terkait fenomena tersebut. Dari informasi yang diterima BPBD Gunungkidul, angin kencang ini disebabkan rendahnya tekanan udara di Samudera Hindia.

"Fenomena alam ini terjadi karena tekanan udara rendah atau low pressure area (LPA) di Samudera Hindia. Tepatnya daerah barat Sumatera," kata Edy, Kamis (5/7/2018).

Edy mengatakan angin saat ini berhembus dari arah timur dengan kecepatan 5-22 km per jam. Adapun suhu udara 21-33 derajat celcius dan kelembaban udara 56-92 %. "Untuk hari ini diperkirakan tidak hujan," ucap dia.

Selain berdampak terhadap daratan, angin kencang juga berdampak pada kenaikan gelombang laut. Koordinator SAR Satlinmas Wilayah II Gunungkidul, Marjono mengatakan menurut data Stormsurf yang didapat pihaknya ketinggian gelombang laut tertinggi mencapai 17,2 kaki atau berkisar 5 meter. "Karena itu [gelombang laut] hari ini nelayan Pantai Baron tidak melaut," katanya.

Terlepas dari data Stormsurf, Marjono memprediksi ketinggian gelombang laut akan akan tetap tinggi hingga Agustus nanti. Atas hal itu dia mengimbau kepada pengunjung pantai untuk berhati-hati.

"Sesuai hitungan kalender Jawa dan Pranoto mongso memang bulan-bulan seperti ini gelombang laut dan angin banyak besarnya sampai Agustus," ucapnya.

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Share

Arief Junianto
Arief Junianto Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online