Hari Pertama Bulan Tertib Jalan, Satpol PP DIY Bongkar Ratusan Reklame Ilegal
Petugas Satpol PP DIY menertibkan setidaknya ratusan buah sampah visual berupa spanduk, banner, dan rontek tak berizin di tiga titik.
Warga sedang mengantre untuk mendapatkan pelayanan kependudukan dari Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil Sleman, Selasa (3/7/2018)./Harian Jogja-Fahmi Ahmad Burhan
Harianjogja.com, SLEMAN-Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil) Sleman bekerja sama dengan Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Sleman untuk meningkatkan kepemilikan akta kelahiran anak.
Kerja sama dilakukan dalam bentuk pemberian pelayanan akta kelahiran dan akta kematian berbasis online menggunakan aplikasi Sistem Informasi Administrasi Kependudukan (SIAK) dan pemberian hak akses kepada RSUD untuk dapat memanfaatkan data kependudukan.
Berdasarkan data dari Disdukcapil Sleman, kepemilikan akta kelahiran anak usia 0 sampai 18 tahun di Kabupaten Sleman pada Juni 2018 sebesar 86,94%. Sementara, target di tahun ini untuk kepemilikan akta kelahiran anak adalah 90%.
"Untuk mengejar target masih diperlukan berbagai upaya untuk percepatan peningkatan cakupan kepemilikan akta kelahiran anak," ujar Kepala Disdukcapil Sleman Jazim Sumirat dalam rilisnya, Kamis (5/7/2018).
Berbagai upaya dilakukan oleh Disdukcapil, salah satunya melakukan kerja sama dengan rumah sakit, puskesmas, klinik bersalin dan bidan, termasuk juga bekerja sama dengan RSUD Sleman.
Kerja sama yang dilakukan dengan RSUD Sleman ditandatangani mulai dari Kamis (5/7/2018). Kerja sama tersebut berupa pemberian pelayanan bagi masyarakat dalam memperoleh akta kelahiran dan akta kematian dengan berbasis online menggunakan aplikasi SIAK dan pemberian hak akses kepada RSUD untuk dapat memanfaatkan data kependudukan.
Jazim berharap dengan pelayanan akta kelahiran dan akta kematian berbasis online, dapat memudahkan masyarakat dalam mengurus dokumen kependudukan. "Pelayanan akta kelahiran juga dapat diberikan langsung kepada pasien RSUD Sleman yang baru melahirkan sehingga anak yang baru lahir mendapatkan hak-haknya dengan cepat,” katanya.
Direktur RSUD Sleman Joko Hastaryo mengatakan, dengan adanya kerja sama antara Disdukcapil Sleman dan RSUD Sleman, diharapkan dapat juga diterapkan di seluruh Rumah Sakit, Puskesmas, Klinik maupun Bidan Bersalin yang ada di Kabupaten Sleman sebagai wujud sinergitas instansi terkait dalam meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan sekaligus pelayanan administrasi kependudukan.
"Cukup dengan membawa surat keterangan dari rumah sakit, masyarakat bisa mendapatkan pelayanan akta kelahiran ataupun kematian dan diserahkan langsung ke Disdukcapil,” kata Joko Hastaryo.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Petugas Satpol PP DIY menertibkan setidaknya ratusan buah sampah visual berupa spanduk, banner, dan rontek tak berizin di tiga titik.
Serabi 2026 bantu lebih dari 1.800 UMKM perempuan memahami bisnis digital, strategi harga, dan pengembangan usaha berbasis data.
Prabowo minta TNI-Polri bersih dari praktik ilegal, tegaskan larangan backing judi, narkoba, dan penyelundupan.
Perdagangan hewan kurban Bantul naik jelang Iduladha 2026, omzet pedagang diprediksi tumbuh hingga 40 persen.
BRIN kembangkan pelat karet RCP untuk perlintasan KA, inovasi baru tingkatkan keselamatan dan kurangi risiko kecelakaan.
Prediksi Malut United vs Persita di Super League 2026, tuan rumah diunggulkan menang berkat lini depan tajam.