Semarak Milad Muhammadiyah ke-113, Aisyiyah Trirenggo Gelar Gowes
Bersepeda bukan hanya soal olahraga, tetapi juga sarana menumbuhkan energi positif, memperkuat silaturahmi, dan meneguhkan peran perempuan dalam gerakan dakwah
Sejumlah warga mengantre untuk mendapatkan jatah air bersih. /Harian Jogja-Desi Suryanto
Harianjogja.com, BANTUL--Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Bantul sudah mengirimkan air bersih sebanyak empat tangki ke wilayah Muntuk, Dlingo pada awal bulan ini. Pengiriman air bersih itu sesuai dengan permintaan warga yang kesulitan mendapatkan air sebagai dampak kekeringan.
"Pekan depan kami juga sudah menjadwalkan dropping air ke Dlingo sesuai permintaan warga," kata Manajer Pusat Pengendalian Operasional (Pusdalops) BPBD Bantul, Aka Luk Luk, Selasa (10/7/2018).
Aka mengatakan empat tangki air bersih yang berisi 5000 liter setiap tangkinya itu khusus permintaan melalui BPBD. Selain BPBD, pengirimn air bersih, kata dia, juga sudah dilakukan oleh Dinas Sosial, Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak, serta instansi swasta.
"Data pengirimannya ke mana saja kami masih mendata," kata Aka.
Menurut Aka, peta kekeringan di Bantul tahun ini tidak jauh berbeda dengan tahun lalu. Berdasarkan catatan tahun lalu, kekeringan di Bantul menimpa sejumlah wilayah di antaranya Desa Selopamioro, Imogiri; Bawuran, Pleret; Gilangharjo, Pandak; Seloharjo, Pundong; Sitimulyo dan Srimulyo, Piyungan; Guwosari dan Triwidadi, Pajangan.
Sementara itu, Kepala Kelompok Data dan Informasi, Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), Stasiun Klimatologi DIY, Djoko Budiono mengatakan periode kemarau Juli ini menunjukkan adanya penguatan dibanding Juni, sehingga potensi terjadinya hujan sangat kecil. Hasil monitoring pada akhir bulan lalu sebagian besar wilayah DIY sudah tidk ada hujan sejak dua bulan terakhir.
Kondisi tersebut berpotensi terjadinya kekeringan terutama di wilayah selatan DIY dan diprediksi masih akan berlanjut hingga Agustus mendatang. Puncak kemarau akan terjadi pada Agustus.
"Mengantisipasi masuknya puncak kemarau diharapkan kepada masyarakat mulai menghemat air. Bagi petani agar menyesuikan pola tanam dengan tanaman yang cocok dengan musim kemarau," kata Djoko.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Bersepeda bukan hanya soal olahraga, tetapi juga sarana menumbuhkan energi positif, memperkuat silaturahmi, dan meneguhkan peran perempuan dalam gerakan dakwah
Kasus daycare Jogja, 32 anak mulai divisum. Dugaan kekerasan fisik dan psikis, korban diperkirakan capai 130 anak.
Dua ASN Kementerian PU dipanggil dari luar negeri karena dugaan suap dan pelanggaran etik. Menteri PU tegaskan disiplin.
Jogja jadi tuan rumah Kongres XV HIMPSI 2026. Bahas kesehatan mental, SDM, hingga ketangguhan bangsa di era global.
PPIH siapkan jalur khusus lansia di Terminal Ajyad Makkah. Bus shalawat ditambah hingga 140 armada jelang puncak haji.
Imigrasi Yogyakarta gagalkan 3 calon haji non-prosedural di Bandara YIA. Total 6 orang dicegah, modus jalur ilegal terendus sistem.