Arah Baru Pembangunan Magelang Mulai Disusun dari Pendopo
RKPD Magelang 2027 fokus pada SDM dan ekonomi inklusif dengan target pertumbuhan 5,16 persen dan penurunan kemiskinan
Persentasi Lomba Cerita Pendek oleh Mulyantara dengan judul Raden Rangga, di Cafe Cangkir 6, beberapa waktu lalu./Ist-Dinas Kebudayaan Kota Jogja
Harianjogja.com, JOGJA- Untuk menanamkan pehaman tentang nilai-nilai kesejarahan dan juga memberikan pengetahuan mengenai peristiwa sejarah lokal di Kota Jogja, Dinas Kebudayaan Kota Jogja menyelenggarakan Lomba Penulisan Cerpen Sejarah yang dibuka untuk umum.
Kompetisi ini mengambil tema “Menggali Potensi Sejarah Lokal di Kota Yogyakarta”. Diadakan mulai dari 20 Mei sampai 8 Juni 2018 untuk pengumpulan naskahnya. Hasilnya telah terkumpul sebanyak 54 naskah dari peserta dari berbagai latar belakang dan juga usia.
Dari ke 54 naskah tersebut setelah melalui seleksi administratif kemudian dilakukan penjurian oleh lima orang Juri yang ditunjuk oleh Dinas Kebudayaan Kota Jogja.
Dewan juri yang terdiri dari para ahli sejarah dan juga sastra tersebut adalah Bahauddin (UGM), Sardiman (UNY), Zainal Fanani (Pemerhati Pendidikan), Sudarmaji (Balaidikmen Prov. DIY) dan Mustofa W Hasyim (DKKY Kota Jogja).
Pada rapat penilaian naskah tanggal 5 Juli 2018 telah diputuskan enam naskah yang akan menjalani tahap seleksi selanjutnya yaitu presentasi oleh peserta.
Naskah-naskah tersebut meliputi Parang Rusak oleh Sulfiza Ariska, Asal Usul Wong Kalang Kotagede (Albertus Sartono), Surat Sejarah Tan Jin Sing ( Asal Usul Kampung Pecinan Ketandan Yogyakarta) oleh Hening Nugroho, Raden Rangga (Mulyantara), Rembulan Kuning di atas Plengkung Gading (Rosita Nur Anarti), dan Cunduk Ular (Theopilus Yudi Setiawan).
Seleksi tahap selanjutnya adalah presentasi oleh enam nominator tersebut di atas. Penilaian untuk presentasi ini memang tidak terlalu besar karena tahap presentasi ini adalah merupakan salah satu cara untuk cross check keaslian gagasan dan juga pemahaman penulis terhadap karya yang mereka kumpulkan.
Presentasi telah dilakukan pada 11 Juli 2018 di Cafe Cangkir 6 Bintaran Tengah pukul 14.00 WIB. Hasilnya, dewan juri akan menemukan siapa saja yang akan mendapatkan predikat Juara.
Pengumuman dan penyerahan hadiah kepada para pemenang akan dilaksanakan di tanggal 20 Juli 2018 pukul 19.00. Pelaksanaan lomba penulisan cerpen ini akan memperebutkan total hadiah Rp8,5 juta serta seluruh peserta akan mendapatkan sertifikat dari Dinas Kebudayaan Kota Jogja.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
RKPD Magelang 2027 fokus pada SDM dan ekonomi inklusif dengan target pertumbuhan 5,16 persen dan penurunan kemiskinan
Gelombang pasang menerjang Pantai Pandansimo, Bantul, membuat tiga rumah rusak berat. Warga diminta waspada gelombang tinggi.
Menteri PU Dody Hanggodo menegaskan jalan tol harus membuka akses ke pusat ekonomi untuk mendorong investasi dan pertumbuhan.
Pemkab Gunungkidul merehabilitasi tiga pasar tradisional pada 2026. Perbaikan Pasar Wotgaleh, Karangijo, dan Ngrancah terkendala anggaran.
Donald Trump kembali mengancam Iran dengan operasi militer jika diplomasi nuklir gagal. Simak 4 ancaman terbaru Trump dan dampaknya bagi Selat Hormuz.
Pemkab Sleman bersama Forum TJSP menyalurkan bantuan Rp6,7 miliar melalui Gebyar TJSP Merdeka 2026 untuk beasiswa, sembako, modal usaha, bantuan disabilitas