Harga Telur Ayam Tinggi, Disperindag Emoh Gelar Operasi Pasar

Fahmi Ahmad Burhan
Fahmi Ahmad Burhan Minggu, 22 Juli 2018 14:15 WIB
Harga Telur Ayam Tinggi, Disperindag Emoh Gelar Operasi Pasar

Pedagang sembako di Pasar Gentan, Desa Sinduharjo, Kecamatan Ngaglik, menunggui dagangannya, Minggu (22/7/2018).Harian Jogja-Fahmi Ahmad Burhan

Harianjogja.com, SLEMAN—Hingga saat ini, harga telur ayam broiler di pasaran masih tinggi. Stok yang terbatas diiringi dengan tingginya permintaan memicu harga tinggi. Pedagang sembako di Pasar Gentan, Desa Sinduharjo, Kecamatan Ngaglik, Dwi Sari, mengatakan selama tiga pekan terakhir harga telur masih bertahan tinggi. “Normalnya Rp22.000, tapi selama tiga pekan ini harganya masih tinggi hingga mencarapi Rp28.000,” katanya pada Harian Jogja, Minggu (22/7/2018).

Ia mengatakan saat ini dia menjual telur ayam dengan harga Rp26.000. Ia mengatakan kenaikan terjadi karena tingginya permintaan. “Karena banyak warga yang menggelar hajatan jadi permintaan sangat tinggi,” kata Dwi.

Kepala Dinas Pertanian, Pangan dan Perikanan (DP3) Sleman, Heru Saptono, mengatakan tingginya harga telur berkaitan erat dengan harga daging ayam yang juga mahal. Menurutnya tingginya harga daging ayam dipicu karena stok terbatas dari peternak pasca Lebaran. Karena harga daging ayam tinggi, konsumen memilih alternatif selain daging ayam yaitu telur. “Permintaan tinggi tapi stoknya terbatas, imbasnya harga telur menjadi tinggi,” katanya.

Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Sleman, Sudarningsih, meski harga beberapa komoditas naik, jajarannya tidak akan mengadakan operasi pasar. “Tingginya harga daging dan telur tergantung pasokan dan permintaan. Sejauh ini kami tidak akan mengadakan operasi pasar,” ujarnya, Minggu.

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Share

Yudhi Kusdiyanto
Yudhi Kusdiyanto Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online