Gunungkidul Tak Kebagian Kuota Transmigrasi 2026, Ini Penyebabnya
Gunungkidul dipastikan tidak memberangkatkan peserta transmigrasi pada 2026 karena minimnya kuota yang diterima DIY. Padahal, masih ada sekitar 30 kepala keluar
Bupati Bantul Suharsono saat melihat produk hasil peternakan Bantul di SD Unggulan Muhammadiyah, Mrican, Donotirto, Kecamatan Kretek, Senin (23/7/2018)./Harian Jogja-David Kurniawan
Harianjogja.com, BANTUL -- Dinas Pertanian Pangan Kelautan dan Perikanan (DP2KP) Bantul meluncurkan promosi produk peternakan di SD Unggulan Muhammadiyah, Dusun Mriyan, Donotirto, Kretek, Senin (23/7/2018). Diharapkan dengan promosi itu dapat mengenalkan produk peternakan asli Bantul.
Selain itu, saat peluncuran tidak hanya dipamerkan hasil produksi peternakan, tetapi juga dibagikan paket makanan kepada siswa sekolah dasar di Bantul. Pemberian paket makanan berprotein sebanyak 3.000 bungkus sebagai cara memberikan pemahaman kepada masyarakat akan pentingnya makanan berprotein dalam perkembangan anak.
Kepala Bidang Peternakan dan Kesehatan Hewan, DP2KP Bantul Joko Waluyo mengatakan promosi produksi hasil peternakan Bantul bukan semata-mata mengenalkan produk dari olahan hasil peternakan milik warga. Namun di dalam promosi juga dilakukan pemberian makanan sehat dan berprotein kepada siswa SD di Bantul.
“Jadi di satu sisi kami mengenalkan produk olahan makanan dari peternakan, di satu sisi juga mengenalkan makanan sehat kepada masyarakat, khususnya anak-anak,” katanya kepada wartawan, Senin kemarin.
Menurut dia, Bantul merupakan salah satu lumbung ternak di DIY. Hal ini dibuktikan dari banyaknya suplai olahan ternak yang dipasok dari peternak di Bumi Projotamansari.
“Contohnya daging, 70 persen kebutuhan di DIY dipasok dari Bantul. Untuk produk banyak mulai dari telur, daging hingga aneka olahan lain seperti susu dan lain sebagainya,” ucap dia.
Sementara itu, untuk pembagian 3.000 paket makanan berprotein diberikan kepada 3.000 siswa SD di 16 sekolah di Bantul. Setiap paket yang diberikan berisi bakso goreng dari olahan daging sapi, telur bebek, telur puyuh dan yogurt.
“Harapannya dengan pembagian ini bisa menjadi stimulan kepada masyarakat untuk dapat meningkatkan konsumsi makanan hewani yang kaya protein. Tujuannya agar tumbuh kembang anak dapat sehat dan cerdas,” katanya.
Bupati Bantul Suharsono mendukung penuh upaya DP2KP meluncurkan dan membagikan paket makanan berprotein kepada anak-anak. Program tersebut juga sebagai upaya mewujudkan masyarakat Bantul yang sehat cerdas dan sejahtera.
“Ini sangat bagus karena memberikan banyak manfaat. Di satu sisi, para peternak bisa terbantu dalam memasarkan. Di sisi lain juga membantu anak-anak mendapatkan makanan yang memiliki gizi yang cukup,” jelas dia.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Gunungkidul dipastikan tidak memberangkatkan peserta transmigrasi pada 2026 karena minimnya kuota yang diterima DIY. Padahal, masih ada sekitar 30 kepala keluar
CORE Indonesia menyebut masih ada 1 juta ton molase yang berpotensi mendukung bioetanol. Pemerintah menargetkan penerapan E10 mulai 2027.
Pilur Gunungkidul 2026 dipastikan tanpa perpanjangan pendaftaran. Sebanyak 99 bakal calon lurah mendaftar di 31 kalurahan.
Mendikdasmen Abdul Mu'ti dan Menteri Pendidikan Singapura Desmond Lee memperkuat kerja sama pendidikan, AI, pembaruan MoU, dan akses belajar.
Korlantas Polri menegaskan informasi aturan baru denda ban gundul Rp250.000 adalah hoaks. Sanksi tersebut sudah diatur dalam UU LLAJ.
Febri Diansyah mengungkap alasan menerima penunjukan sebagai kuasa hukum eks Jampidsus Febrie Adriansyah dan menegaskan fokus pada pembelaan hukum klien.