Freeport Beri Motivasi Mahasiswa Papua di STTNAS

Sunartono
Sunartono Sabtu, 28 Juli 2018 07:17 WIB
Freeport Beri Motivasi Mahasiswa Papua di STTNAS

Vice President PAD PT Freeport Indonesia Franz Pigome (paling kiri) bersama tim berbincang dengan Ketua STTNAS Ircham (paling kanan) di sela-sela talkshow, Jumat (27/7/2018)./Harian Jogja-Sunartono

Harianjogja.com, SLEMAN-Sejumlah personel PT Freeport Indonesia memberikan kuliah bagi mahasiswa Sekolah Tinggi Teknologi Nasional (STTNAS), Jumat (27/7/2018). Kegiatan dikemas dalam talkshow bertajuk Totalitas Papua untuk Memimpin itu diikuti mahasiswa Papua di STTNAS.

Vice President PAD PT Freeport Indonesia Franz Pigome mengatakan, pihaknya memiliki hubungan baik dengan STTNAS apalagi banyak karyawan freeport yang berasal dari Papua berasal dari lulusan STTNAS. Sehingga pihaknya merasa penting untuk menghadiri talkshow tersebut. Terutama dalam memberikan motivasi kepada mahasiswa asal Papua dalam menghadapi tantangan sekaligus kesempatan di dunia kerja.

"STTNAS sudah tidak bagi kami di Freeport, sangat menarik saya bisa hadir di STTNAS karena SDM kami banyak dari kampus ini. Kami perlu datang ke sini sehingga ke depan ada jalur yang bagus terbangun komunikasi dan suplai SDM, kontraktor dan lainnya," terangnya di sela-sela talkshow, Jumat (27/7/2018).

Ia mengatakan, pentingnya memberikan motivasi tersebut karena dunia saat ini makin terbuka. Karena itu pihaknya terus mendorong generasi Papua untuk dapat memimpin dan menjadi yang terbaik ke depannya. Ia mengakui maju mundurnya Papua ke depan terletak pada kondisi SDM generasi muda saat ini. "Tepatnya adalah mahasiswa agar mulai mempersiapkan diri sejak sekarang," katanya.

Manager External Affairs PT Freeport Indonesia Kerry Yarangga menambahkan, pihaknya memiliki banyak kerja sama dengan berbagai perguruan tinggi di Indonesia, salah satunya STTNAS. Kerja sama itu terdiri dari berbagai aspek seperti pengembangan SDM, lingkungan, ekologi.

"Kerja samanya banyak, mulai dari sponsorship, kuliah tamu. Terutama pada perguruan tinggi yang memiliki Prodi Tambang, tetapi ada juga universitas umum," imbuhnya.

Kerry mengatakan Freeport memiliki fresh graduate program yang dishare ke berbagai perguruan tinggi, sehingga banyak mahasiswa yang bisa mengikuti untuk kemudian direkrut di Freeport. "Kami berikan pendampingan juga misanya seperti ini cara membuat lamaran melalui talkshow semacam ini," ujarnya.

Ketua STTNAS Ircham menyatakan, melalui talkshow yang langsung mendatangkan tenaga dari Freport diharapkan mahasiswa Papua di STTNAS bisa mendapatkan banyak pengalaman. Karena mahasiswa dapat belajar dari seniornya langsung tentang apa saja yang harus dipersiapkan setelah lulus. Di hadapan para peserta talkshow tersebur, ia mengingatkan bahwa mahasiswa memiliki waktu terbatas sekitar empat hingga lima tahun menempuh pendidikan sehingga harus memanfaatkan waktu sebaik-baiknya.

"Kami mengapresiasi kedatangan dari Freeport ini yang memotivasi mahasiswa Papua di STTNAS. Sumber daya alam Papua sangat berlimpah, jadi saya sepakat bahwa SD harus dipersiapkan. Saya terus mendorong agar mereka benar-benar menerapkan ilmu di STTNAS. Tetapi harus saya akui mahasiswa Papua di STTNAS saat ini banyak yang unggul dari sisi akademiknya," ungkapnya.

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Share

Kusnul Isti Qomah
Kusnul Isti Qomah Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online