Dies Natalis UNSA ke-28, Astrid Soroti Makna Estafet Antargenerasi
Dies Natalis ke-28 UNSA di Stadion Sriwedari diisi senam sehat dan lomba estafet. Astrid Widayani menyoroti makna estafet antargenerasi.
Ilustrasi pedagang musiman bendera./JIBI
Harianjogja.com, JOGJA—Satuan Polisi Pamong Praja (Saptol PP) Jogja meminta agar pedagang bendera musiman yang berjualan di jalur trotoar tidak mengganggu pejalan kaki. Petugas tak segan-segan akan mengambil tindakan.
Kepala Satpol PP Jogja Nurwidi Hartana mengatakan petugas Satpol PP di kecamatan akan diterjunkan untuk melakukan pendekatan persuasif kepada penjual bendera di jalanan. Jika dinilai melanggar jalur trotoar petugas akan memberi arahan dan peringatan sesuai aturan. “Kami akan lakukan pendekatan secara persusif dulu,” kata dia, Selasa (31/7/2018).
Barulah jika tindakan persuasif diabaikan maka tidak menutup kemungkinan petugas akan mengambil langkah tegas penertiban. Dia mengatakan penertiban itu nantinya akan dilakukan sendiri oleh Satpol PP di tiap kecamatan karena mereka dianggap memahami kondisi wilayahnya. “Sebelum ditindak dilihat dulu pelanggarannya seperti apa. Yang jelas untuk tahap awal kami lakukan secara persuasif,” ucap Nurwidi.
Seperti diketahui, pedagang bendera dan umbul-umbul banyak bermunculan menjelang HUT RI. Sebagian pedagang berjualan di tepi jalan dengan memanfaatkan trotoar. Salah satunya di tepi jalan sekitar Jalan Juminahan, Danurejan yang hampir memenuhi jalur trotoar. Beberapa titik lainnya juga dalam kondisi yang sama.
Camat Danurejan Antariksa Agus Purnama mengakui adanya pedagang bendera musiman di Jalan Juminahan yang memenuhi trotoar. Pihaknya telah berkoordinasi dengan Satpol PP kecamatan dengan melakukan pendekatan persuasif. "Kebanyakan mereka dari luar daerah, ada juga warga sekitar. Sudah kami sampaikan [tidak boleh menggunakan trotoar] ke para pedagang musiman itu," ucap dia.
Meski rutin berjualan di sana setiap tahun, pihaknya tetap mengingatkan agar pedagang bendera tidak menggunakan trotoar. Pihaknya juga sudah meminta pedagang menata dagangannya agar tidak memenuhi trotoar. Kalau sampai mengganggu dan tetap membandel pihaknya berjanji akan mengambil langkah tegas. "Kalau sampai menutup trotoar itu melanggar aturan. Trotoar fungsinya untuk keselamatan pejalan kaki dan pengguna lalu lintas," kata Agus.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Dies Natalis ke-28 UNSA di Stadion Sriwedari diisi senam sehat dan lomba estafet. Astrid Widayani menyoroti makna estafet antargenerasi.
FIFA membahas kemungkinan dana tambahan untuk 211 asosiasi anggota. UEFA dan Concacaf mengusulkan minimal US$10 juta per anggota.
Kuasa Gelap: Perjanjian Darah menghadirkan Rephaim, entitas kuno yang memperluas teror hingga satu wilayah. Tayang 8 Oktober 2026.
Polisi mengamankan remaja di Maguwoharjo, Sleman, setelah kecelakaan. Polisi menemukan celurit 50 cm yang diduga akan digunakan untuk tawuran.
Indonesia ditahan Malaysia 0-0 di FIFA ASEAN Cup 2026. Media Vietnam menyoroti permainan Garuda setelah Thom Haye dikartu merah.
Pedal rem mobil tiba-tiba keras bisa menandakan masalah pada booster, minyak rem, kampas hingga komponen pengereman lainnya.