Ini Dia Trik Pemkab Gunungkidul Meregenerasi Dalang

Jalu Rahman Dewantara
Jalu Rahman Dewantara Senin, 06 Agustus 2018 13:20 WIB
Ini Dia Trik Pemkab Gunungkidul Meregenerasi Dalang

Ilustrasi kegiatan desa/JIBI-Harian Jogja

Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL--Sejumlah upaya dilakukan Pemerintah Kabupaten Gunungkidul untuk terus menjaga eksistensi dalang lokal. Salah satunya dengan meregenerasi para dalang.

Kepala Dinas Kebudayaan Gunungkidul Agus Kamtono mengatakan upaya regenerasi ini muncul lantaran melihat keberadaan para dalang di Gunungkidul mulai berkurang. Pasalnya kebanyakan dalang didominasi usia tua yang sebagian telah meninggal dunia, sementara calon-calon pengganti mereka masih sangat minim jumlahnya.

Langkah nyata upaya regenerasi tersebut terwujud dalam bentuk festival pedalangan yang diselenggarakan Disbud Gunungkidul pada Jumat (3/8/2018) hingga Minggu (5/8/2018).

Festival yang berlokasi di Alun-Alun Kota Wonosari ini diikuti 18 dalang dewasa dan 18 dalang anak yang merupakan kontingen dari 18 kecamatan di Gunungkidul.

Agus mengatakan dengan festival ini diharapkan seni pedalangan dapat tetap lestari dalam mencetak dalang-dalang baru. "Diharapkan bisa muncul generasi penerus yang potensial yang dapat melestarikan pedalangan," kata Agus, Minggu.

Selain sebagai upaya regenerasi, maksud dan tujuan adanya festival ini adalah  memberikan kesempatan untuk tampil di ajang kompetisi mulai tingkat kabupaten yang nantinya akan diseleksi untuk maju hingga nasional.

Agus menjelaskan para dalang akan dipilih untuk mewakili Gunungkidul dalam festival pedalangan di tingkat DIY.  Kategori yang dilombakan antara lain, Dalang Mumpuni Dewasa dan Anak; Penyaji Lakon Terbaik Dewasa dan Anak; Penyaji Sabet Terbaik Dewasa dan Anak; Penyaji Catur Terbaik Dewasa dan Anak; Penyaji Gecul Terbaik Dewasa dan Anak; dan Penyaji Gending Terbaik Dewasa dan Anak.

"Tahun lalu kita juara tingkat provinsi dan akan maju dalam festival dalang tingkat nasional," katanya.

Terkait dengan eksistensi dalang lokal di Gunungkidul Wakil Bupati Gunungkidul, Immawan Wahyudi mengharapkan masyarakat bisa lebih mengapresisai keberadaan para dalang ini. Selain itu dia meminta kerjasama seluruh pihak untuk  memiliki komitmen yang kuat dalam kaderisasi dalang lokal. "Karena ditakutkan jika tidak ada usaha menjaga maka penerus dalang di Gunungkidul bisa sirna," kata Immawan.

Tak hanya itu, Immawan juga menekankan adanya dana keistimewaan dan APBD mampu dialokasikan dengan baik oleh Dinas Kebudayaan untuk mampu meningkatkan kualitas dalang.

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Share

Arief Junianto
Arief Junianto Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online