56.000 Peserta BPJS Diaktifkan Lagi, Pemkab Gunungkidul Tambah Anggaran
Gunungkidul menambah anggaran BPJS Kesehatan Rp5,5 miliar menjadi Rp47,5 miliar setelah reaktivasi peserta PBI.
Kepala Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Bantul Agus Sulistiyana (kiri depan) mendampingi tim penilai dari Perpustakaan Nasinal saat melakukan penilaian di Perpustakaan Desa Wukirsari, Imogiri. Foto diambil beberapa waktu lalu./Ist
Harianjogja.com, BANTUL – Dinas Perpustakaan dan Kearsipan (DPA) Bantul terus berupaya membentuk perpustakaan desa. Hingga saat ini, dari 75 desa, baru ada 52 perpusdes. Diharapkan dengan digalaKkannya program pembentukan perpusdes dapat berpartisipasi dalam upaya meningkatkan minat baca di masyarakat.
Kepala Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Bantul Agus Sulistiyana mengatakan, upaya pembentukan perpusdes bagian dari program Bantul literasi. Maksud dan tujuan ini adalah untuk mencerdaskan masyarakat melalui budaya gemar membaca. “Minat baca kita masih kecil karena baru diangka 3% dan masih butuh ditingkatkan,” kata Agus kepada Harianjogja.com, Senin (6/8/2018).
Menurut dia, pemkab akan terus mendorong desa mendirikan perpusdes karena dengan fasilitas ini memberikan kemudahan bagi masyarakat ikut berpartisipasi dalam gerakan gemar membaca. Dari data yang ada, hingga sekarang baru ada 52 desa yang memiliki perpusdes. “Masih ada 23 desa yang belum memiliki sama sekali. Tapi ada juga dari 52 desa yang punya perpusdes, tapi operasionalnya tidak berjalan dengan baik,” katanya.
Diungkapkanya, pengelolaan perpusdes memiliki tantangan tersendiri karena tidak bisa dilakukan dengan sembarangan. “Harus ada petugas khusus. Selain itu harus didukung dengan anggaran yang memadai,” ungkapnya.
Ditambahkannya, untuk menggalakkan pembangunan perpusdes, bupati telah mengeluarkan Instruksi Bupati No3/2017 tentang Gerakan Literasi Makaryo Bangun Desa. Di dalam peraturan ini, desa diberikan kewenangan membentuk dan mengelola perpusdes dengan menggunakan anggaran dari Alokasi Dana Desa (ADD) atau dana desa yang bersumber dari pemerintah pusat. “Jadi dana desa tidak hanya untuk program fisik, tapi juga dapat dimanfaatkan untuk membangun perpusdes lengkap dengan operasionalnya,” tutur dia.
Selain itu, untuk mengaktifkan dalam pengelolaan, dinas perpustakaan dan kearsipan rutin menggelar lomba perpusdes. “Bagi yang menang kami berikan penghargaan dan berhak mewakili Bantul. Untuk tahun ini, perpusdes Wukirsari mewakili bantul dalam lomba perpustakan tingkat nasional,” katanya lagi.
Ketua Pengelola Pustaka Desa Wukirsari, Ujang Purnomo mengatakan Pustaka Desa Wukirsari berdiri sejak 2012 dan memiliki koleksi 5.128 eksemplar. Keberadaan fasilitas ini tidak hanya sekadar kampanye budaya membaca, namun juga pemberdayaan masyarakat, pemberdayaan anggota dan pengurus pustaka tentang pengetahuan yang mendukung program, serta studi advokasi kebijakan pustaka desa.
Menurut dia, jumlah pengunjung yang datang ke Pustaka Desa Wukirsari setiap bulan rata-rata mencapai 700-800 orang. Pihaknya juga tidak hanya melayani peminjaman buku, namun juga membuat pojok baca di beberapa dusun. "Harapan kami keberadaan pustaka desa dapat mewujudkan masyarakat yang gemar membaca, menulis, supaya terbebas dari buta aksara dan ketertinggalan arus informasi, serta ilmu pengetahuan," kata Ujang.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Gunungkidul menambah anggaran BPJS Kesehatan Rp5,5 miliar menjadi Rp47,5 miliar setelah reaktivasi peserta PBI.
Microsoft mulai meninggalkan label Copilot+ PC pada perangkat Surface terbaru. Standar NPU dan fitur AI tetap dipertahankan.
Indonesia bisa mengunci tiket final FIFA ASEAN Cup 2026 jika menang atas Malaysia. Simak skenario dan hasil Singapura vs Bangladesh.
Google Vids kini bisa digunakan gratis untuk membuat video AI hingga 1080p. Ada voiceover dan avatar AI yang mendukung bahasa Indonesia.
Warga Karang dan Sungapan kembali menolak tambang pasir Sungai Progo. Puluhan warga mendatangi kantor CV BKS dan meminta aktivitas dihentikan.
Setir mobil terasa berat saat parkir bisa disebabkan power steering, rack steer, fluida, hingga kaki-kaki. Kenali penyebab dan tanda-tandanya.