Ada 2.000 Titik Penyembelihan Hewan Kurban di Sleman

Fahmi Ahmad Burhan
Fahmi Ahmad Burhan Rabu, 08 Agustus 2018 12:50 WIB
Ada 2.000 Titik Penyembelihan Hewan Kurban di Sleman

Ilustrasi penjual kambing untuk Iduladha./JIBI-Harian Jogja

Harianjogja.com, SLEMAN- Dinas Pertanian, Pangan, dan Perikanan (DP3) Sleman memperkirakan akan ada sekitar 2.000 titik penyembelihan hewan kurban di Sleman. Sebulan sebelum Idul Adha, hewan kurban di Sleman sudah mulai didatangi pembeli.

Kepala DP3 Sleman Heru Saptono mengatakan pihaknya akan melakukan pengecekan kesehatan secara berkala pada hewan kurban. Ada 14 puskeswan di Sleman yang akan dilibatkan. Ia juga memperkirakan tahun ini akan ada 2.000 titik penyembelihan.

"Kalau kebutuhan hewan kurban di Sleman itu belum semua dipenuhi oleh kelompok ternak di Sleman, maka ada juga dari luar Sleman," katanya pada Selasa (7/8/2018). Menurut Heru, di tahun lalu, dari 1.200 dusun yang ada di Sleman, ada 2.000 titik penyembelihan.

Heru mengatakan untuk hewan yang dari luar Sleman, harus mempunyai surat keterangan kesehatan dari instansi terkait. Menurutnya, beberapa wilayah yang biasa menjual hewan kurbannya di Sleman seperti dari Boyolali, Klaten, dan Magelang. Ia mengatakan secara visual susah untuk memantau apakah hewan itu terkena cacing atau tidak, pemeriksaan hanya dilakukan dengan memeriksa pesesnya.

Pihaknya mengatakan sudah melakukan sosialisasi ke tiap desa untuk mengantisipasi munculnya penyakit pada hewan kurban. "Evaluasi monitoring tiap tahunnya dilakukan, nanti kita akan melihat berapa besar yang terkena cacing," katanya.

Pedagang kambing untuk kurban dari Temanggung Sumaryanto mengatakan sudah sekitar seminggu lalu ia berjualan kambing di Jalan KRT Pringgodiningrat, Dusun Drono, Desa Tridadi, Sleman. Ia rutin berjualan tiap tahunnya di Sleman.

Menurut Sumaryanto ramainya penjualan akan terjadi di seminggu sebelum iduladha. Ia menyetok 30 ekor kambing dari Temanggung, dan selama seminggu ini sudah laku lima ekor.

"Beda dengan tahun lalu, sekarang stoknya dikurangi, karena diperkirakan penjualan akan turun, masyarakat juga banyak yang sudah mengeluarkan uang buat sekolah," katanya. Tahun lalu ia menyetok 40 kambing.

Ia mengaku belum ada pemeriksaan yang dilakukan oleh dinas terkait. Namun, ia berinisiatif mengecek kesehatan dan ada satu kambingnya yang tidak jadi ia jual karena sakit. Harga satu ekor kambing berkisar dari Rp2 juta sampai Rp3,5 juta.

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Share

Bhekti Suryani
Bhekti Suryani Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online