Hyundai Stargazer Siap Mengaspal di Jogja
Hyundai Stargazer resmi hadir di Jogja, setelah sebelumnya diluncurkan oleh PT Hyundai Motors Indonesia (HMID)
Ilustrasi Miras (JIBI)
Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL—Polisi terus mendalami kasus meninggalnya seorang pemuda akibat menenggak minuman keras (miras) di Dusun Pengkol II, Desa Jatiayu, Kecamatan Karangmojo, Gunungkidul, Minggu (26/8/2018). Dari hasil pemeriksaan, ternyata yang terlibat dalam pesta miras maut itu tidak hanya dua orang, melainkan empat orang.
Diketahui sebelumnya dua orang sempat dilarikan di rumah sakit setelah menenggak miras. Setelah mendapatkan perawatan intensif, satu di antaranya yang bernama Ferdi Setia Budi, 28, akhirnya meninggal dunia, sedangkan satu orang lainnya, Herlambang Susanto, 24, hingga saat ini masih dirawat.
Sebelum meninggal dunia, keduanya sempat menyaksikan pentas wayang kulit di Dusun Pengkol II. Sambil menonton pentas wayang kulit, mereka menenggak miras merek Jack Daniel’s yang isinya sudah mereka pindah ke botol air mineral.
Baru pada keesokan harinya Sabtu (25/8/2018), Ferdi mengeluhkan rasa panas dan sakit di perut dan pinggang. Oleh keluarga, ia kemudian dibawa ke salah seorang mantri di Semin. Kondisi Ferdi semakin memburuk pada Minggu (26/8/2018) rasa sakit yang dirasakan Ferdi tidak kunjung membaik, bahkan dia sempat mengalami muntah-muntah.
Akhirnya, pihak keluarga yang semakin panik membawanya ke Rumah Sakit Panti Rahayu Kelor sekitar pukul 06.00 WIB, namun pada pukul 09.00 WIB korban dinyatakan meninggal. Sementara Herlambang mendapatkan perawatan medis, karena merasa sakit dan pandangan kabur.
Kapolsek Karangmojo Kompol Irianto mengatakan pihaknya mendapat informasi bahwa terdapat dua orang lain yang ikut mengkonsumsi miras tersebut. "Ternyata ada empat orang yang mengonsumsi miras. Selain satu korban yang meninggal dunia, dan satu dirawat di Rumah Sakit. Ada dua lagi lainnya, yang selamat. Namun kami belum dapat menyampaikan identitasnya," katanya, Senin (27/8/2018).
Saat ini pihaknya terus menelusuri kandungan miras tersebut, termasuk di antaranya adanya kemungkinan miras yang ditenggak korban adalah miras oplosan. Untuk mengetahui hal tersebut, kata dia perlu dilakukan uji lab terhadap miras merek Jack Daniel\'s yang dikonsumsi korban tersebut.
Meski begitu, dia memastikan miras tersebut bukan berasal dari Bantul maupun DIY, melainkan dari Jakarta. "Kami perlu uji lab untuk mengetahui apakah dicampur dengan minuman lain atau tidak. Atau miras tersebut memang kualitas rendah," kata dia. Sebenarnya polisi diakui Irianto sudah kerap menertibkan pedagang miras. Setiap kegiatanpun pihaknya mengaku melakukan penyisiran.
Sementara itu, Kasat Narkoba Polres Gunungkidul, AKP Tri Wibowo mengaku kasus tersebut masih ditangani Polsek Karangmojo. Sehingga pihaknya sebatas melakukan back up.
“Masih ditangani polsek, tapi nanti perkembangannya bagaimana kami belum tahu. Tidak semua kasus miras kami tangani, bahkan bisa juga kok ditangani satreskrim. Tapi yang pasti, berdasarkan intruksi Kapolres Gunungkidul, AKBP Ahmad Fuady wilayah Gunungkidul harus bebas dari miras," kata Tri Wibowo.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Hyundai Stargazer resmi hadir di Jogja, setelah sebelumnya diluncurkan oleh PT Hyundai Motors Indonesia (HMID)
Jadwal terbaru Prameks Jogja–Kutoarjo 2026 lengkap. Simak jam keberangkatan, tips hindari kehabisan tiket, dan jam sibuk penumpang.
Jadwal DAMRI Jogja ke YIA 2026 lengkap dengan tarif Rp80.000. Transportasi praktis, nyaman, dan bebas ribet menuju bandara.
Jadwal lengkap KA Bandara YIA 2026 dari Tugu Jogja ke bandara. Solusi cepat, bebas macet, dan tepat waktu untuk kejar pesawat.
Cek jadwal lengkap KRL Solo–Jogja 16 Mei 2026 dari Palur hingga Jogja. Tarif Rp8.000, berangkat pagi hingga malam.
Libur panjang akhir pekan dorong wisata Sleman naik. Merapi, Kaliurang hingga Prambanan diprediksi jadi tujuan favorit.