Kasus Bertambah, Cek Data Covid-19 di DIY 18 Maret
Kasus Covid-19 di DIY kembali melonjak. Pada Kamis (18/3/2021), gugus tugas setempat melaporkan penambahan kasus baru sebanyak 257.
Ilustrasi./Reuters-Mike Hutchings
Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL--Bertambahnya wilayah yang mengajukan bantuan air bersih membuat Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Gunungkidul terpaksa menjadwalkan ulang pengedropan air bersih secara periodik.
Kepala Pelaksana BPBD Gunungkidul Edy Basuki mengatakan saat ini ada 11 kecamatan di Gunungkidul yang terdampak kekeringan. Jumlah itu bertambah dari sebelumnya yang hanya 10 kecamatan.
"Memang ada tambahan dari Kecamatan Saptosari yakni Desa Krambil Sawit dan tiga dusun di wilayah tersebut. Ada tambahan juga di Nglipar. Karena itu mau tidak mau kami upayakan secara periodik untuk menjadwalkan ulang [pengedropan air bersih]," ucap dia, Rabu (29/8/2018).
Khusus untuk wilayah Saptosari, kata Edy, sebenarnya saluran air telah dijangkau oleh PDAM. Bahkan jangakuan tersebut pun menurut dia sudah merata. "Sampai camatnya kemarin mengembalikan tangki ke kami karena menilai sudah tidak akan terdampak kekeringan, tapi ternyata sekarang juga kena. Kendati demikian kami tetap membantu. Sebelum Saptosari, dua kecamatan juga mengembalikan bantuan tangki ke BPBD yaitu Semanu dan Wonosari," kata dia.
Terkait dengan pendanaan, hingga saat ini separuh lebih dari anggaran untuk program pengedropan air bersih telah tercapai. Diketahui, anggaran yang dipersiapkan untuk program tersebut adalah sekitar Rp638 juta yang hingga kini sudah terpakai sekitar Rp400 juta. "Selain untuk pengedropan air, anggaran ini juga digunakan untuk servis kendaraan dan operasional," kata Edy.
Dia mengatakan menurut BMKG DIY diperkirakan kemarau mencapai puncaknya pada Oktober mendatang. Atas hal itu dia berharap hingga masa puncak tiba program pengedropan ini bisa terus berjalan lancar.
Koordinasi dengan sejumlah kecamatan terdampak kekeringan juga akan diintensifkan. Dia mengklaim 10 kecamatan telah mendatangkan air bersih secara mandiri dan sudah berkoordinasi dengan BPBD Gunungkidul.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Kasus Covid-19 di DIY kembali melonjak. Pada Kamis (18/3/2021), gugus tugas setempat melaporkan penambahan kasus baru sebanyak 257.
Pemkab Magelang perkuat data kependudukan untuk tekan kemiskinan. Inovasi pelayanan cepat hingga 1 jam terus dikembangkan.
Pemda DIY buka peluang bantuan lampu Stadion Mandala Krida, namun masih menunggu persetujuan KPK sebelum realisasi.
Googlebook resmi diperkenalkan sebagai laptop AI Gemini generasi baru. Simak fitur, keunggulan, dan jadwal rilis 2026.
Sebanyak 1.738 SPPG disuspend untuk perbaikan Program Makan Bergizi Gratis (MBG). Pemerintah perketat pengawasan dan buka kanal pengaduan.
Kejagung tegaskan auditor kerugian negara tidak hanya BPK. Simak isi surat edaran terbaru dan penjelasan lengkap terkait Putusan MK 2026.