Jaga Pasokan Air PDAM, Pintu Waduk Sermo Tak Akan Dibuka

Beny Prasetya
Beny Prasetya Rabu, 29 Agustus 2018 14:15 WIB
Jaga Pasokan Air PDAM, Pintu Waduk Sermo Tak Akan Dibuka

Koordinator Lapangan Petugas Monitoring Waduk Sermo, Novika Prabowo, menunjukkan kondisi Waduk Sermo, Senin (2/4).Harian Jogja/Beny Prasetyay

Harianjogja.com, KULONPROGO—Untuk menjamin stok dan pasokan air Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM), pintu air Waduk Sermo tidak akan dibuka untuk irigasi pertanian hingga waktu yang belum ditentukan. Pembukaan pintu air Waduk Sermo untuk jaringan irigasi pertanian di Kecamatan Wates, Pengasih, Kokap, Temon, dan Lendah, bakal dibuka jika ada kesepakatan dari Komisi Irigasi Kulonprogo.

"Sesuai perjanjian dengan sejumlah pihak, pintu air Waduk Sermo tidak akan dibuka," kata Kepala Bidang Pengairan Dinas Pekerjaan Umum Perumahan dan Kawasan Permukiman (DPUPKP) Kulonprogo, Hadiprayitno, Selasa (28/8/2018)

Sejumlah pihak yang terlibat dalam penentuan pembukaan pintu air waduk Sermo yakni PDAM Tirta Binangun Kulonprogo, Balai Besar Wilayah Sungai Serayu Opak (BBWSSO), Dinas Pertanian dan Pangan, serta DPUPKP Kulonprogo. Menurutnya hal tersebut dilakukan untuk mengamankan suplai air untuk PDAM yang nantinya bakal dikonsumsi warga .

Menurut Hadiprayitno, keputusan Komisi Irigasi Kulonprogo yang menutup pintu air Waduk Sermo telah final mengingat air minum yang didistribusikan PDAM menjadi keperluan utama. Selain itu dalam masa tanam ketiga tahun ini sejumlah sawah tidak memerlukan banyak air karena petani hanya menanam palawija. "Pintu air Waduk Sermo biasanya dibuka kembali pada Maret, atau tergantung kapan petani membutuhkan air," katanya.

Hadiprayitno tidak menyanggah adanya sejumlah wilayah yang mengalami kekeringan akibat penutupan pintu air. Namun dengan prediksi hujan bakal turun pada bulan depan, Komisi Irigasi Kulonprogo tetap menutup pintu air. "Selama musim hujan pintu air tetap ditutup agar penyimpanan air di waduk bisa maksimal," katanya.

Direktur PDAM Tirta Binangun Kulonprogo, Jumantoro, mengatakan memasuki puncak musim kemarau persediaan air bersih untuk pelanggan masih mencukupi. Menurutnya, PDAM hanya membatasi permintaan air yang diambil menggunakan truk tangki untuk dropping air.

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Share

Yudhi Kusdiyanto
Yudhi Kusdiyanto Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online