Tinta Habis, Warga Kulonprogo Tak Bisa Cetak E-KTP

Beny Prasetya
Beny Prasetya Kamis, 06 September 2018 05:17 WIB
Tinta Habis, Warga Kulonprogo Tak Bisa Cetak E-KTP

Petugas melakukan perekaman iris mata seorang siswa SMA Negeri 1 Wates, Senin (20/8/2018).Harian Jogja-Beny Prasetya

Harianjogja.com, KULONPROGO- Warga Kulonprogo harus bersabar untuk mendapatkan Kartu Tanda Penduduk di bulan September ini. Warga yang sudah melakukan perekaman tidak bisa langsung dicetak karena habisnya tinta Ribbon yang digunakan untuk mencetak identitas di KTP.

Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil Kulonprogo meminta maaf kepada masyarakat akibat adanya kesalahan teknis dalam pengadaan barang berupa tinta tersebut.

Kepala Dinas Penduduk dan Pencatatan Sipil Kulonprogo, Djulistyo menyatakan pihaknya saat ini mengalami kekosongan tinta ribbon sejak beberapa hari lalu. Hal tersebut terjadi karena meledaknya pengajuan KTP baru bagi warga yang hendak mengganti KTP.

"Ada yang mutasi, ada yang KTP lama, yang minta ganti baru, itu yang tidak kami prediksi. Kalau dari KTP pemula bisa terlihat di data kelahiran, itu yang menyebabkan habis tintanya," katanya, Rabu (5/9/2018).

Djulistyo mengaku setiap harinya tidak kurang dari 200 KTP dicetak di tiga titik percetakan dan perekaman di Kulonprogo. Ketiga lokasi yang berada di Kantor Kecamatan Kalibawang, Kecamatan Galur dan Kantor Disdukcapil sendiri saat ini hanya bisa melakukan perekaman karena habisnya tinta tersebut.

Sementara Djulistyo mengkau dalam pembelian satu tabung tinta yang dapat digunakan untuk 500 KTP itu Disdukcapil harus menganggarkan uang sebesar Rp3,6 juta per tabung. Padahal di tiga lokasi tersebut tidak kurang dari dua ratus orang melakukan perekaman e-KTP.

"Blankonya malah aman sekarang, lebih dari 6000, tetapi tinta habis," ungkapnya.

Lebih lanjut, Djulistyo meminta maaf karena hingga akhir September ini warga Kulonprogo yang telah merekam masih beluk dapat menerima e-KTP. Pasalnya uang pengadaan tinta baru diajukan di September ini.

"Perekaman masih dibuka, tetapi percetakan diusahakn di Oktober nanti sudah bisa," ungkapnya.

Sementara Ridho, warga Kecamatan Panjatan mengaku tidak mengetahui ketidakpastian waktu untuk mengambil e-KTP itu diakibatkan kekurangan tinta. Menurutnya lamanya waktu percetakan malah habis akibat blanko yang kosong.

"Tidak tahu, tetapi gapapa, kan saya dapat keterangan perekaman, nanti tinggal mengambil saja," ungkapnya

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Share

Nina Atmasari
Nina Atmasari Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online