Petani Bantul Didorong Budi Daya Bawang dari Biji

Ujang Hasanudin
Ujang Hasanudin Kamis, 30 Agustus 2018 11:10 WIB
Petani Bantul Didorong Budi Daya Bawang dari Biji

Petani di Dusun Nawungan, Selopamioro, Imogiri, Bantul memanen bawang merah organik, Jumat (22/6/2018) lalu./Harian Jogja-Ujang Hasanudin)

Harianjogja.com, BANTUL -- Balai Pengkajian Teknologi Pertanian (BPTP) DIY mendorong petani bawang merah di Bantul untuk menanam dari bibit biji karena hasilnya dinilai lebih menguntungkan ketimbang menanam dari umbi bawang yang selama ini dilakukan petani.

Kepala BPTP DIY Joko Purnomo mengatakan budi daya bawang dari biji ini sudah diujocobakan di Dusun Srigading, Sanden, Bantul, dan Karangsewu, Galur, Kulonprogo. Hasilnya, kata dia, cukup mencengangkan karena dalam satu hektare panen mencapai sekitar 40 ton atau dua kali lipatnya dari panen bawang benih umbi.

Kebutuhan bibit biji juga hanya sekitar tiga hingga empat kilogram dalam sehektare lahan, jauh lebih sedikit dibanding bibit umbi bawang yang mencapai 1,5 ton. Harga bibit biji bawang merah hanya sekitar Rp2 juta per kilogram. Sementara benih umbi bawang kisaran Rp35.000, bahkan terkadang jika musim tanam bersamaan bisa mencapai Rp50.000-60.000 per kilogram.

Jika ditotal kebutuhan modal bibit biji untuk menanam bawang dalam satu hektare hanya Rp6 juta-Rp8 jutaan. Sementara umbi bawang bisa mencapai Rp40 juta-Rp60 jutaan. Keunggulan lainnya bibit biji lebih tahan terhadap hama, "Harapan kami hasil ujicoba ini bisa diadopsi oleh semua petani di Bantul," kata Joko di sela-sela panen raya bawang merah hasil penyemaian biji di Dusun Ngepet, Srigading, Sanden, Bantul, Rabu (29/8/2018).

Joko mengatakan budi daya bawang dari biji ini juga tengah dikembangkan di beberapa daerah di luar DIY. Dengan memanfaatkan biji, petani bawang merah tidak perlu lagi kebingungan soal ketersediaan bibit yang selama ini dikeluhkan petani saat musim tanam bawang.

Menurut dia, bawang dari benih juga cocok ditanam di hampir semua wilayah DIY, bahkan pesisir sekalipun meski tanahnya berupa pasir. Hanya untuk wilayah pesisir, penggunaan pupuk organik perlu diperbanyak untuk dapat menyerap air. Sementara untuk lahan hanya cukup menggunakan pupuk kimia sekali selama masa tanam.

Masa tanam bawang merah dari biji tidak jauh berbeda dengan bawang dari bibit umbi. "Hanya untuk biji disemai terlebih dahulu selama 30-35 hari, kemudian baru dipindahkan. Metodenya sama seperti menanam padi. Setelah dipindahkan dalam waktu 60 hari bisa dipanen," papar Joko.

Namun, untuk produksi biji bawang merah diakui Joko belum bisa dikembangkan di wilayah DIY. Sebab, kata dia, proses produksi biji supaya menghasilkan biji bawang berkualitas butuh suhu yang cukup. Butuh wilayah dengan ketinggian sekitar 1.000 meter dari permukaan laut. Ia menilai pasokan benih bawang bisa dipasok dari daerah lain atau swasta yang saat ini mulai produksi.

Wakil Ketua Kelompok Tani Manunggal, Srigading, Sanden, Bantul, Sunardi membenarkan apa yang dipaparkan Ketua PBTP DIY. Bahkan penggunaan pupuk juga lebih ngirit. "Kalau bawang dari umbi kebutuhan pupuk dua kali lipat, kebutuhan benih empat kali lipat," kata dia.

Namun untuk harga jual, ia belum mengetahui karena belum panen semua. Panen raya bawang merah hasil penanaman biji di kelompok taninya baru akan dimulai serentak dalam dua pekan ke depan dan dimulai kemarin.

Sebenarnya Sunardi sempat mencoba menanam bawang dari benih pada tahun lalu, tetapi hasilnya jelek karena kualitas benih yang tidak bagus. Saat ini diakuinya hasilnya bagus karena benihnya juga bagus.

Secara fisik, bawang merah hasil penanaman biji lebih besar dari bawang hasil penanaman umbi. Bahkan hampir menyerupi bawang bombai besarnya. Tangkainya juga lebih besar dan menyerupai bawang daun.

Bupati Bantul Suharsono mengaku bangga dengan adanya terobosan hasil pertanian bawang merah di Bantul. Dengan sistem tanam dari biji, kata dia, bisa menekan biaya modal dan hasilnya lebih besar. Hanya untuk persediaan bibitnya ia berharap BPTP DIY ikut mengupayakan supaya pasokan lancar. "Karena pengadaan bibitnya tidak bisa dibudidyakan di Bantul maka bagaimana caranya supaya pasokan bibit lancar," ujar Suharsono.

Selain Bupati Bantul, hadir dalam panen raya bawang merah hasil penanaman biji ini adalah Asisten Sekretariat Daerah Bantul Bidang Perekonomian dan Pembangunan, Bambang Guritno; Kepala Dinas Pertanian, Pangan, Kelautan, dan Perikanan, Pulung Haryadi, dan Camat Sanden, Slamet Santoso.

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Share

Laila Rochmatin
Laila Rochmatin Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online