Mau ke Surakarta? Ini Jadwal KRL Jogja-Solo Jumat 4 September 2026 dan Tarifnya
Jadwal KRL Jogja-Solo Jumat 4 September 2026 lengkap dari Yogyakarta hingga Palur. Cek jam keberangkatan dan tarif Rp8.000.
Asisten Sekda Bidang Administrasi Umum Setda DIY Kristiana Swasti (tengah) memberikan tumpeng kepada pamong dalam dialog di Bangsal Kepatihan, Kamis (30/8/2018) malam./Harian Jogja-Sunartono
Harianjogja.com, JOGJA- Pemda DIY melalui Dinas Kebudayaan menggelar dialog budaya dan gelar seni bertajuk Pawiyatan Pamong Media Transformasi Budaya Yogyakarta di Bangsal Kepatihan, Kamis (30/8/2018) malam. Pawiyatan pamong diangkat untuk menegaskan keistimewaan DIY sekaligus memiliki manfaat di level pemerintahan dan masyarakat.
Dialog itu menghadirkan Ketua Umum Perkumpulan Keluarga Besar Taman Siswa sekaligus anggota Dewan Pendidikan DIY Prof Agus Cahyono Dwi Koranto, Guru Besar Ilmu Pendidikan UNY Prof Suwarna Dwijonagara dan Peneliti Senior di IRE, Fajar. Ketiga narasumber sepakat keberadaan pawiyatan pamong sangat penting sebagai peneguh keistimewaan DIY. Konsep pawiyatan banyak membuat kagum para pemerhati pendidikan di luar negeri.
"Ketika saya bertemu dengan praktisi pendidikan di Jerman, mereka kagum dengan konsep pawiyatan dan mereka menyampaikan, akan mempopulerkan pawiyatan asah asih asuh, cipta rasa dan karsa. Mereka bertanya praktik langsungnya bagaimana? dengan tarian sari suara dolanan anak," ungkap Prof Agus Cahyono Dwi Koranto dalam dialog itu.
Plt Kepala Dinas Kebudayaan DIY Budi Wibowo menjelaskan pawiyatan pamong merupakan produk UU Keistimewaan DIY sebagai media transformasi budaya dalam merevitalisasi nilai keistimewaan melalui pendidikan bagi pamong praja seluruh DIY. Sesuai arahan Gubernur DIY pawiyatan pamong ini disyaratkan karakter khas Jogja dalam materi kepamongan, kompetensi pamong hingga unggah ungguhing basa.
"Selain itu dalam materi dijelaskan nilai gunanya di level pemerintahan dan masyarakat agar mudah diserap oleh warga Jogja, sehingga merasuk menjadi sikap dan perilaku terpuji," ucapnya.
Ia mengatakan metode dan materi pembelajaran setiap tingkatan pawiyatan pamong berbeda-beda. Pada pamong dasar menggunakan metode pendidikan orang dewasa, subjek among diberikan kesempatan secara aktif untuk menyampaikan materi. Kemudian pada pamong madya penyelenggara menyediakan sumber belajar untuk kunjungan di desa yang sesuai dengan pokok bahasan.
"Sedangkan pawiyatan pamong utama diarahkan pada pembangunan desa seperti pengelolaan BUMDes, desa inklusi dan lainnya," ucapnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Jadwal KRL Jogja-Solo Jumat 4 September 2026 lengkap dari Yogyakarta hingga Palur. Cek jam keberangkatan dan tarif Rp8.000.
Jogja Coffee Week #6 digelar 4-6 September 2026 di JEC. Ada kompetisi kopi, business summit, hingga 191 booth dari dalam dan luar negeri. Tiket mulai Rp15.000!
Jangan hanya melihat kamera 50 MP atau layar AMOLED. Simak tips memilih HP mid-range agar tidak salah beli dan sesuai kebutuhan.
Timnas Indonesia U-20 memuncaki klasemen Grup H Kualifikasi Piala Asia U-20 2027 setelah menang 3-0 atas Laos dan unggul selisih gol dari Australia.
Tanggal 4 September diperingati sebagai Hari Pelanggan Nasional dan Hari Solidaritas Hijab Internasional. Simak sejarah serta makna kedua peringatan tersebut.
BMKG memprakirakan cuaca Jogja dan seluruh wilayah DIY cerah pada Jumat 4 September 2026. Suhu udara berkisar 23-32 derajat Celsius.