Revitalisasi 131 Sekolah Gunungkidul, DPRD Ingatkan Kualitas Bangunan
DPRD Gunungkidul mendukung revitalisasi 131 sekolah pada 2026. Dewan meminta kualitas bangunan dijaga dan mendorong penggunaan kayu jati warga.
Perwakilan 16 ormas keagamaan di DIY mendeklarasikan Menjaga Jogja Damai dalam Menyongsong Tahun Politik 2019 di Pyramid Resto, Desa Pendowoharjo, Sewon, Bantul, Kamis (30/8) malam./Harian Jogja-David Kurniawan
Harianjogja.com, BANTUL -- Sedikitnya 16 organisasi kemasyarakatan dan keagamaan di wilayah DIY menandatangani kesepakatan bersama tentang deklarasi damai menyongsong tahun politik 2019. Diharapkan dengan kesepakatan ini maka pelaksanaan pemilu di DIY dapat berjalan dengan aman lancar dan jauh dari kekacauan maupun bentrok antar pendukung.
Koordinator Aliansi Jogja Damai Waljito mengatakan deklarasi damai yang dilakukan ormas maupun organisasi keagamaan bertujuan menjaga wilayah DIY tetap kondusif hingga gelaran pemilu berakhir. Menurut dia, situasi akhir-akhir ini mulai memanas karena terjadi gesekan antarpendukung di sejumlah wilayah di Indonesia.
Berawal dari keprihatinan ini, sambung dia, sebanyak 16 ormas keagamaan menyatakan sikap untuk mendeklarasikan untuk Menjaga Jogja Damai dalam Menyongsong Tahun Politik 2019. “Kami tidak ingin wilayah DIY terjadi gesekan antarpendukung karena itu tidak baik. Jadi kami memprakarsai untuk diselenggarakan deklarasi damai dari Jogja untuk Indonesia,” kata Waljito, di sela-sela deklarasi di Pyramid Resto, Pendowoharjo, Sewon, Kamis (30/8/2018) malam.
Komandan Paksikaton, Muhammad Suhud menambahkan di dalam pemilu perbedaan hanya saat memasuki bilik suara. Sebelum dan sesudah pemilihan semua kembali seperti biasa sehingga jangan sampai karena perbedaan pandangan masyarakat jadi terpecah belah. “Memiliki pandangan politik itu boleh karena jadi hak setiap orang. Namun, yang penting tidak memaksakan kehendak dan tetap menjaga kondisi di masyarakat tetap aman dan damai,” kata Suhud.
Menurut dia, fanatisme yang berlebihan tidak baik karena selain memicu terjadinya gesekan, juga dampak dari dukungan tersebut tidak memberikan dampak yang signifikan. Malahan, sambung Suhud, konsekuensi apa yang telah dipilih akan menentukan nasib bangsa ke depan seperti apa.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
DPRD Gunungkidul mendukung revitalisasi 131 sekolah pada 2026. Dewan meminta kualitas bangunan dijaga dan mendorong penggunaan kayu jati warga.
Angka pernikahan di Kulonprogo terus menurun. Kemenag menyebut kesiapan dan penurunan jumlah penduduk menjadi sejumlah faktornya.
The Temple of Champions digelar di Candi Prambanan pada 7 November 2026, menghadirkan pertandingan tinju perebutan sabuk WBC Asia.
Irjen Imipas Rudi Setiawan mengungkap dugaan penyalahgunaan wewenang di Lapas Kelas IIA Cibinong yang masih didalami.
DPC Gerindra Gunungkidul mulai membangun kantor permanen di Baleharjo dengan anggaran sekitar Rp1 miliar dari iuran kader dan anggota.
Warga Padukuhan Karang menolak tambang pasir Sungai Progo. DPRD Kulonprogo mendesak Pemkab hadir, sementara Wabup mengaku sudah mediasi.