Puncak Kemarau Agustus, Warga Gunungkidul Diminta Hemat Air
BPBD Gunungkidul meminta warga menghemat air saat puncak kemarau Agustus 2026. Sebanyak 184 tangki air bersih telah disalurkan ke wilayah terdampak kekeringan.
Perwakilan 16 ormas keagamaan di DIY mendeklarasikan Menjaga Jogja Damai dalam Menyongsong Tahun Politik 2019 di Pyramid Resto, Desa Pendowoharjo, Sewon, Bantul, Kamis (30/8) malam./Harian Jogja-David Kurniawan
Harianjogja.com, BANTUL -- Sedikitnya 16 organisasi kemasyarakatan dan keagamaan di wilayah DIY menandatangani kesepakatan bersama tentang deklarasi damai menyongsong tahun politik 2019. Diharapkan dengan kesepakatan ini maka pelaksanaan pemilu di DIY dapat berjalan dengan aman lancar dan jauh dari kekacauan maupun bentrok antar pendukung.
Koordinator Aliansi Jogja Damai Waljito mengatakan deklarasi damai yang dilakukan ormas maupun organisasi keagamaan bertujuan menjaga wilayah DIY tetap kondusif hingga gelaran pemilu berakhir. Menurut dia, situasi akhir-akhir ini mulai memanas karena terjadi gesekan antarpendukung di sejumlah wilayah di Indonesia.
Berawal dari keprihatinan ini, sambung dia, sebanyak 16 ormas keagamaan menyatakan sikap untuk mendeklarasikan untuk Menjaga Jogja Damai dalam Menyongsong Tahun Politik 2019. “Kami tidak ingin wilayah DIY terjadi gesekan antarpendukung karena itu tidak baik. Jadi kami memprakarsai untuk diselenggarakan deklarasi damai dari Jogja untuk Indonesia,” kata Waljito, di sela-sela deklarasi di Pyramid Resto, Pendowoharjo, Sewon, Kamis (30/8/2018) malam.
Komandan Paksikaton, Muhammad Suhud menambahkan di dalam pemilu perbedaan hanya saat memasuki bilik suara. Sebelum dan sesudah pemilihan semua kembali seperti biasa sehingga jangan sampai karena perbedaan pandangan masyarakat jadi terpecah belah. “Memiliki pandangan politik itu boleh karena jadi hak setiap orang. Namun, yang penting tidak memaksakan kehendak dan tetap menjaga kondisi di masyarakat tetap aman dan damai,” kata Suhud.
Menurut dia, fanatisme yang berlebihan tidak baik karena selain memicu terjadinya gesekan, juga dampak dari dukungan tersebut tidak memberikan dampak yang signifikan. Malahan, sambung Suhud, konsekuensi apa yang telah dipilih akan menentukan nasib bangsa ke depan seperti apa.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
BPBD Gunungkidul meminta warga menghemat air saat puncak kemarau Agustus 2026. Sebanyak 184 tangki air bersih telah disalurkan ke wilayah terdampak kekeringan.
Prabowo menghadiri peluncuran MOLINAS di Cikarang, mencakup manufaktur, baterai, charging, pembiayaan hingga pasar.
DPRD Gunungkidul menyoroti sejumlah sekolah yang belum menerima MBG dan mendorong perluasan program agar lebih merata.
Pieter Huistra menyebut pemain asing PSS Sleman masih beradaptasi. PSS juga membuka peluang merekrut pemain lokal dan menyiapkan uji coba.
MA mengoreksi perhitungan kerugian negara kasus korupsi timah. Dari Rp300 triliun, kerugian keuangan negara ditetapkan Rp28,9 triliun.
Pemkab Temanggung mendukung wacana guru PPPK menjadi ASN pusat. Beban APBD daerah berpotensi berkurang sekitar Rp150,5 miliar.