Hari Pertama Bulan Tertib Jalan, Satpol PP DIY Bongkar Ratusan Reklame Ilegal
Petugas Satpol PP DIY menertibkan setidaknya ratusan buah sampah visual berupa spanduk, banner, dan rontek tak berizin di tiga titik.
ILustrasi/JIBI-Reuters
Harianjogja.com, SLEMAN-Dana Bantuan Keuangan Khusus (BKK) desa di Sleman masuk tahap II di tahun ini. Pencairan dana BKK tahap II yang ditargetkan Agustus belum semua cair, masih ada sekitar 36 desa yang belum dicairkan dana BKKnya karena serapannya yang kurang.
Kepala Seksi Keuangan Desa Dinas Pemberdayaan Masyarakat Desa (DPMD) Sleman Agung Endarto mengatakan sudah dari Agustus pencairan dana BKK dilakukan. Sebelumnya pencairan dana BKK tahap I dilakukan di Juli.
"Untuk bisa dicairkan di tahap II, serapan dana BKK di tahap I harus minimal 75% dan menyerahkan laporan penggunaan dana tersebut," katanya kepada Harianjogja.com, Jumat (7/9/2018).
Dana BKK dalam satu tahunnya dibagi pada dua tahap, yang masing-masing 50%. Sampai saat ini Jumat (7/9), belum semua desa mendapatkan dana BKK di tahap II. "Dari 86 desa, baru sekitar 50 desa yang cair, 36 desa lagi belum karena belum menyerahkan laporan, dan penyerapannya kurang dari 75 persen," ujarnya.
Agung mengatakan, tiap desa mendapat dana BKK yang berbeda-beda tergantung pengajuan proposal. Kisaran dana BKK yang dikucurkan untuk satu desa berkisar antara Rp200 juta sampai Rp800 juta.
Di tahun sebelumnya, pemerintah desa mengajukan terlebih dahulu proposal pada Pemkab Sleman. Nantinya masing-masing Organisasi Perangkat Daerah (OPD) terkait akan melakukan verifikasi kelayakan pemberian dana BKK.
"Misal, terkait infrastuktur, jalan, nanti DPUP-KP (Dinas Pekerjaan Umum, Perumahan, dan Kawasan Permukiman) Sleman akan mengecek langsung ke desa yang mengajukan proposal," kata Agung.
Menurut Agung, dana BKK diperuntukan bagi desa ketika tidak bisa terakomodasi oleh APBDes. Penggunaan dana BKK bisa untuk infrastuktur maupun pemberdayaan masyarakat.
Agung mengatakan di tahun ini, Pemkab Sleman mengucurkan dana BKK bagi desa sebesar Rp29 miliar. Jumlah tersebut meningkat dibanding tahun lalu yang hanya sebesar Rp17,2 miliar.
Kepala Desa Condongcatur, Depok Reno Candra Sangaji mengatakan Desa Condongcatur belum mendapatkan dana BKK pada tahap II. "Serapannya baru sampai 50%," katanya pada Harianjogja.com, Jumat (7/9/2018).
Reno mengatakan tahun ini Desa Condongcatur mendapatkan alokasi dana BKK sebanyak Rp223 juta. Penggunaan dana BKK di Desa Condongcatur yaitu untuk infrastuktur dan pemberdayaan masyarakat.
"Tahun ini dana BKK kami gunakan untuk pengaspalan jalan di dua titik, yaitu Padukuhan Joho dan Manukan. Selain itu juga untuk drainase di Tambakboyo Dero dan konblok di Cepit Soropadan," katanya. Sedangkan terkait pemberdayaan masyarakat, pihaknya menggunakan dana BKK untuk kegiatan PAUD di beberapa dusun.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Petugas Satpol PP DIY menertibkan setidaknya ratusan buah sampah visual berupa spanduk, banner, dan rontek tak berizin di tiga titik.
Top Ten News Jogja 16 Mei 2026: Mandala Krida, 32 anak divisum, SPMB 2026, Waisak, hingga sapi kurban Presiden Prabowo.
Malioboro dipadati 50.138 wisatawan saat long weekend. Puncak kunjungan terjadi malam hari di Jogja.
Jelang peringatan Hari Jadi Ke-110, Kabupaten Sleman dinobatkan sebagai peringkat kedua Kabupaten Paling Maju di Indonesia
Aston Villa menang 4-2 atas Liverpool di Liga Inggris 2025/2026 dan memastikan tiket Liga Champions musim depan.
Jadwal SIM Sleman Mei 2026 lengkap dengan Satpas, SIM keliling, dan layanan malam Simeru di Sleman City Hall. Cek lokasi dan syarat terbaru.