38 Jembatan di Gunungkidul Mulai Rusak, Perbaikan Dikebut
DPUPRKP Gunungkidul mencatat 38 jembatan mengalami kerusakan ringan hingga sedang dan menjalani perawatan berkala.
Ilustrasi./Reuters-Mike Hutchings
Harianjogja.com, BANTUL--Badan Penanggulangan Bencana daerah (BPBD) Bantul mencatat ada sembilan desa yang mengalami kekeringan parah. Hingga saat ini bantuan air bersih terus diberikan kepada warga yang membutuhkan.
Pelaksana Tugas BPBD Bantul Dwi Daryanto mengatakan ada tujuh kecamatan yang mengalami kekeringan yakni, Dlingo, Piyungan, Imogiri, Pleret, Pundong, Pandak, dan Kasihan.
Sedangkan kekeringan terparah terjadi di empat kecamatan meliputi Dlingo, Imogiri, Piyungan dan Pleret. Di empat wilayah ini, sambung Dwi, terdapat sembilan desa yang menjadi prioritas untuk diberikan bantuan air bersih.
Desa-desa ini di antaranya, Srimulyo; Srimartani; Sitimulyo di Kecamatan Piyungan, Desa Wonolelo di Pleret. Sedang lima desa lainnya, Selopamioro; Wukirsari di Kecamatan Imogiri dan Desa Mangunan, Munthuk, Terong di Kecamatan Dlingo. “Kalau ditotal sudah ada sekitar 5.000 kepala keluarga [KK] yang diberikan air bersih,” kata Dwi kepada Harian Jogja, Minggu (16/9/2018).
Menurut dia, bantuan air bersih akan terus diberikan kepada warga yang membutuhkan. Teknis permintaan dilakukan dengan membuat surat resmi dari pemerintah desa setempat ditujukan kepada BPBD Bantul. “Kalau sudah ada permohonan, kami siap menyalurkan bantuan air bersih. Total hingga saat ini sudah ada ratusan tangki yang kami kirim ke warga yang membutuhkan,” jelas dia.
Dikatakan Dwi, berdasarkan data dari Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) DIY, diperkirakan pada akhir September sudah memasuki musim pancaroba dari kemarau ke penghujan. Hanya, sambung dia, perubahan tersebut tak lantas membuat masalah air bisa teratasi karena puncak kekeringan malah terjadi di masa tersebut.
“Hujan sekali dua kali tidak lantas air menjadi banyak. Malahan karena tingkat kelembaban yang tinggi memuat sumber air jadi berkurang banyak. Kalau ada warga yang meminta air bersih, kami siap menyalurkan bantuan,” ujar dia.
Hal tak jauh berbeda diungkapkan Manajer Pusdalops BPBD Bantul Aka Luk Luk. Menurut dia, pihaknya akan terus menyalurkan bantuan air bersih ke masyarakat yang membutuhkan. “Kalau ada permintaan pasti, kami berikan bantuan air bersih,” katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
DPUPRKP Gunungkidul mencatat 38 jembatan mengalami kerusakan ringan hingga sedang dan menjalani perawatan berkala.
Sembilan provinsi memperbolehkan bayar pajak kendaraan 2026 tanpa KTP pemilik lama untuk STNK tahunan kendaraan bekas.
Dishub Bantul menertibkan PKU dengan tagihan listrik membengkak hingga Rp1 juta per bulan di ratusan titik penerangan kampung.
OJK mencatat pembiayaan perbankan syariah tumbuh 9,82% menjadi Rp716,40 triliun hingga Maret 2026.
Prabowo menyebut 1.061 Koperasi Merah Putih berhasil dioperasikan dalam tujuh bulan untuk memperkuat ekonomi desa.
BPBD Temanggung memetakan 12 kecamatan rawan kekeringan pada musim kemarau 2026 dan menyiapkan distribusi air bersih.