Dana Darurat Gunungkidul Rp8,6 Miliar Utuh, Baru Terpakai Rp459 Juta
Pemkab Gunungkidul menyiapkan dana darurat Rp8,64 miliar pada 2026. Hingga awal Juli, baru Rp459 juta digunakan untuk bencana dan kebutuhan mendesak.
Kebakaran lahan yang terjadi di Dusun Dayakan, Desa Pengasih, Kecamatan Pengasih, Rabu (22/8/2018). JIBI-Istimewa Damkar Kulonprogo
Harianjogja.com, BANTUL--Pusat Pengendalian Operasional (Pusdalops) Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Bantul mencatat hingga pertengahan September terdapat 123 kasus kebakaran. Masyarakat tetap diminta waspada terhadap potensi kebakaran memasuki pancaroba.
Manajer Pusdalops BPBD Bantul Aka Luk Luk mengatakan potensi kebakaran di Bantul masih tinggi. Hal ini terlihat dari jumlah kejadian sejak Januari hingga pertengahan September sebanyak 123 kasus. Jumlah ini lebih banyak jika dibandingkan dengan kejadian di 2017 yang hanya 116 kasus.
“Kejadian di tahun ini masih bisa bertambah karena laporan kejadian kebakaran di dua tempat yang terjadi di hari ini [kemarin] belum masuk ke data rekapan,” kata Aka, Senin (17/9/2018).
Dia merinci kebakaran yang terjadi didominasi kebakaran lahan sebanyak 37 kasus, rumah ada 21 kasus. Sedangkan kasus lainnya terjadi di gudang, warung, ruko hingga tabung gas. “Kami berharap, warga terus berhati-hati sehingga potensi kebakaran bisa dikurangi,” katanya.
Menurut Aka, kebakaran yang terjadi mengakibatkan kerugian yang tidak sedikit. Meski demikian, peristiwa tersebut tidak sampai menyebabkan korban meninggal dunia.
Hal tak jauh berbeda diungkapkan Kepala Pelaksana BPBD Bantul Dwi Daryanto. Menurut dia, di akhir September ini sudah memasuki perubahan musim dari kemarau ke penghujan. Meski demikian, masyarakat diminta tetap waspada karena musibah kebakaran masih menjadi ancaman. “Harus tetap berhati-hati dan waspada karena potensi itu bisa terjadi kapan saja,” katanya.
Dia mengungkapkan untuk mengurangi risiko kebakaran bisa dilakukan dengan beberapa cara. Selain terus mengecek instalasi listrik secara rutin, masyarakat juga diminta tidak membakar sampah atau membuang puntung rokok sembarangan.
Menurut Dwi, membuang puntung rokok atau membakar sampah sembarangan dapat memicu kebakaran yang lebih besar, khususnya di area lahan. Terlebih lagi, embusan angin yang kencang semakin mempercepat kobaran api yang ada.
“Jangan dianggap sepele. Kalau membuang putung atau membakar sampah, pastikan api benar-benar padam. Kalau ditinggalkan begitu saja, takutnya memicu kebakaran yang lebih besar,” kata dia.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Pemkab Gunungkidul menyiapkan dana darurat Rp8,64 miliar pada 2026. Hingga awal Juli, baru Rp459 juta digunakan untuk bencana dan kebutuhan mendesak.
Fardhan Rainanda Joe ke final BAJC 2026! Kalahkan wakil China dalam tiga gim sengit. Indonesia masih punya asa meraih gelar juara Asia.
Istirahat di mobil dengan AC nyala memang praktis, tapi waspadai gas karbon monoksida! Pelajari penyebab sebenarnya "keracunan AC" dan tips aman perjalanan.
restorasi Gumuk Pasir Bantul, Gumuk Pasir Parangkusumo, penataan kawasan pantai selatan Bantul, penebangan vegetasi Gumuk Pasir, cemara udang Parangkusumo, Satp
BI menyediakan layanan penukaran uang rusak tanpa biaya. Simak syarat, ketentuan, dan cara menukar uang rupiah rusak melalui aplikasi PINTAR.
Dinkes DIY memprioritaskan penanganan kesehatan mental pelajar setelah hasil CKG menemukan sekitar lima persen siswa SMP dan SMA mengalami kecemasan ringan.