Ini Jenis Profesi Guru yang Direkrut di Penerimaan CPNS 2018

Sunartono
Sunartono Selasa, 18 September 2018 22:17 WIB
Ini Jenis Profesi Guru yang Direkrut di Penerimaan CPNS 2018

Peserta ujian computer Assisted Test (CAT) calon pegawai negeri sipil (CPNS) mendengarkan arahan petugas sebelum melaksanakan ujian di Graha Soloraya kantor Bakorwil II Gladak, Solo, Kamis (16/10)./Solopos-Ardiansyah Indra Kumala


Harianjogja.com, JOGJA- Pemda DIY akan segera merilis berbagai persyaratan pendaftaran Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) dalam waktu dekat ini. Jatah formasi tenaga guru paling mendominasi dari 3.132 kuota yang diberikan pemerintah pusat.

Sekda DIY Gatot Saptadi menjelaskan DIY mendapatkan jatah kuota CPNS sebanyak 3.132 formasi dengan rincian untuk Pemda DIY sebanyak 766 CPNS, Kota Jogja 356, Sleman 628, Bantul 565, Kulonprogo 383 dan Gunungkidul diberi kuota 434 CPNS. Ia mengakui sektor pendidikan atau tenaga guru mendapatkan kuota paling banyak.

"Di Pemda DIY kuota guru ada 500an dari kuota 766, disusul tenaga medis ada 55 dan sisanya tenaga teknis administrasi. Guru memang paling banyak," terangnya saat ditemui di Ruang Sekda DIY, Kompleks Kepatihan, Selasa (18/9/2018).

Ia mengatakan dari kuota guru tersebut untuk Pemda DIY tidak ada untuk honorer K2. Pendaftar dari honorer akan diperlakukan sama jika usia sudah memenuhi yaitu maksimal 35 tahun. Akantetapi dimungkinkan dalam proses seleksi akan berbeda dengan non honorer K2. "Honorer akan diperlakukan sama, kalau usia masih mencukupi bisa mendaftar,"

Formasi yang dibutuhkan untuk guru seperti Guru Bahasa Inggris, Guru Agama. "Contoh formasi yang dibutuhkan seperti Guru Agama Kristen Ahli Pertama, Guru Teknik Bangunan Ahli Pertama, tetapi saya belum bisa menjelaskan detailnya," ucapanya.

Gatot menambahkan pelaksanan proses perekrutan CPNS akan dilakukan secara online mulai dari pendaftaran, kemudian ujian menggunakan sistem Computer Asisted Test (CAT). Peserta akan menjalani dua kali seleksi, yaitu tes kemampuan dasar (TKD) dan tes kemampuan bidang.

Adapun proses pelaksanaan tes, lanjutnya, akan difokuskan pada dua lokasi bagi seluruh DIY yaitu di Graha Bakti Wana Yasa Jalan Kenari Kota Jogja dan Kantor Regional I Badan Kepegawaian Negara (BKN) di Jalan Magelang, Sleman. "Jadi dua tempat itu yang akan kami gunakan untuk proses merekrut 3.132 formasi untuk seluruh DIY," katanya.

Masyarakat yang ingin mendaftar bisa melakukan secara online. Seluruh persyaratan juga diunggah melalui online hingga kemudian mendapatkan identitas peserta. Pendaftar hanya datang saat akan mengikuti ujian. Aplikasi online tersebut akan disediakan oleh BKN. "Nanti ada prosesnya secara online sampai mendapatkan nomor peserta," katanya.

Gatot memastikan dua lokasi itu mencukupi untuk memberikan layanan seleksi. Karena tes tidak dilakukan secara bersamaan keseluruhan pendaftar, melainkan bergantian dengan waktu tertentu. Sehingga dalam sehari bisa dilaksanakan empat hingga lima kali shift ujian dengan jumlah soal sekitar 200 item.

Adapun setelah tes para peserta dapat melihat langsung nilainya sehingga dapat mengetahui lulus atau tidak. "Jadi sudah ada passing grade sekian, nilai saya sekian, berarti tidak lolos ke selanjutnya dan ini bisa langsung diketahui," katanya.

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Share

Nina Atmasari
Nina Atmasari Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online