Cuaca Jogja Hari Ini 26 Juli Cerah, Sleman dan Kota Jogja Berkabut
BMKG memprakirakan cuaca Jogja pada 26 Juli 2026 didominasi cerah. Sleman dan Kota Jogja berpotensi mengalami udara kabur.
Peserta ujian computer Assisted Test (CAT) calon pegawai negeri sipil (CPNS) mendengarkan arahan petugas sebelum melaksanakan ujian di Graha Soloraya kantor Bakorwil II Gladak, Solo, Kamis (16/10)./Solopos-Ardiansyah Indra Kumala
Harianjogja.com, JOGJA- Pemda DIY akan segera merilis berbagai persyaratan pendaftaran Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) dalam waktu dekat ini. Jatah formasi tenaga guru paling mendominasi dari 3.132 kuota yang diberikan pemerintah pusat.
Sekda DIY Gatot Saptadi menjelaskan DIY mendapatkan jatah kuota CPNS sebanyak 3.132 formasi dengan rincian untuk Pemda DIY sebanyak 766 CPNS, Kota Jogja 356, Sleman 628, Bantul 565, Kulonprogo 383 dan Gunungkidul diberi kuota 434 CPNS. Ia mengakui sektor pendidikan atau tenaga guru mendapatkan kuota paling banyak.
"Di Pemda DIY kuota guru ada 500an dari kuota 766, disusul tenaga medis ada 55 dan sisanya tenaga teknis administrasi. Guru memang paling banyak," terangnya saat ditemui di Ruang Sekda DIY, Kompleks Kepatihan, Selasa (18/9/2018).
Ia mengatakan dari kuota guru tersebut untuk Pemda DIY tidak ada untuk honorer K2. Pendaftar dari honorer akan diperlakukan sama jika usia sudah memenuhi yaitu maksimal 35 tahun. Akantetapi dimungkinkan dalam proses seleksi akan berbeda dengan non honorer K2. "Honorer akan diperlakukan sama, kalau usia masih mencukupi bisa mendaftar,"
Formasi yang dibutuhkan untuk guru seperti Guru Bahasa Inggris, Guru Agama. "Contoh formasi yang dibutuhkan seperti Guru Agama Kristen Ahli Pertama, Guru Teknik Bangunan Ahli Pertama, tetapi saya belum bisa menjelaskan detailnya," ucapanya.
Gatot menambahkan pelaksanan proses perekrutan CPNS akan dilakukan secara online mulai dari pendaftaran, kemudian ujian menggunakan sistem Computer Asisted Test (CAT). Peserta akan menjalani dua kali seleksi, yaitu tes kemampuan dasar (TKD) dan tes kemampuan bidang.
Adapun proses pelaksanaan tes, lanjutnya, akan difokuskan pada dua lokasi bagi seluruh DIY yaitu di Graha Bakti Wana Yasa Jalan Kenari Kota Jogja dan Kantor Regional I Badan Kepegawaian Negara (BKN) di Jalan Magelang, Sleman. "Jadi dua tempat itu yang akan kami gunakan untuk proses merekrut 3.132 formasi untuk seluruh DIY," katanya.
Masyarakat yang ingin mendaftar bisa melakukan secara online. Seluruh persyaratan juga diunggah melalui online hingga kemudian mendapatkan identitas peserta. Pendaftar hanya datang saat akan mengikuti ujian. Aplikasi online tersebut akan disediakan oleh BKN. "Nanti ada prosesnya secara online sampai mendapatkan nomor peserta," katanya.
Gatot memastikan dua lokasi itu mencukupi untuk memberikan layanan seleksi. Karena tes tidak dilakukan secara bersamaan keseluruhan pendaftar, melainkan bergantian dengan waktu tertentu. Sehingga dalam sehari bisa dilaksanakan empat hingga lima kali shift ujian dengan jumlah soal sekitar 200 item.
Adapun setelah tes para peserta dapat melihat langsung nilainya sehingga dapat mengetahui lulus atau tidak. "Jadi sudah ada passing grade sekian, nilai saya sekian, berarti tidak lolos ke selanjutnya dan ini bisa langsung diketahui," katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
BMKG memprakirakan cuaca Jogja pada 26 Juli 2026 didominasi cerah. Sleman dan Kota Jogja berpotensi mengalami udara kabur.
Polresta Jogja menetapkan lima tersangka baru kasus Little Aresha Daycare. Total tersangka kini mencapai 32 orang dengan 157 anak menjadi korban.
Ekonom menilai penunjukan Destry Damayanti sebagai Pjs. Gubernur BI mampu menjaga kepercayaan pasar selama masa transisi kepemimpinan.
BPBD Sleman mengirim empat tangki air bersih untuk 63 KK di Moyudan yang terdampak gangguan pasokan air selama musim kemarau.
Polda Metro Jaya menetapkan tujuh tersangka dalam bentrokan di Menteng yang menewaskan satu orang dan melukai satu korban lainnya.
Profesi teknisi pelayanan darah masih belum banyak dikenal masyarakat. Padahal, tenaga inilah yang bertanggung jawab memastikan setiap kantong darah aman