Proyek Konservasi Burung Aviary Purwosari Ditarget Rampung 2029
Pembangunan aviary Purwosari Gunungkidul kembali dilanjutkan tahun ini dengan anggaran Rp5,6 miliar dari Dana Keistimewaan DIY.
Peserta ujian calon pegawai negeri sipil (CPNS) mnengerjakan soal menggunakan metode computer Assisted Test (CAT) di Graha Soloraya kantor Bakorwil II Gladak, Solo, Kamis (16/10). /Solopos-Ardiansyah Indra Kumala
Harianjogja.com, BANTUL – Pemerintah Kabupaten Bantul telah mengumumkan formasi rekrutmen CPNS pada tahun ini. Namun demikian, untuk proses pendaftaran masih akan berkoordinasi dengan Pemerintah DIY dan juga pemerintah kabupaten kota yang lain.
Kepala Bidang Formasi Pengembangan Pendidikan dan Pelatihan, Badan Kepegawaian Pendidikan dan Pelatihan (BKPP) Bantul Triyanto mengatakan, sesuai dengan edaran dari Kemenpan RB, Rabu (19/9/2018), dilaksanakan pengumuman rekrutmen CPNS. “Ya kita sudah umumkan terkait dengan formasi CPNS yang dibutuhkan,” kata Triyanto kepada Harianjogja.com, Rabu.
Menurut dia, meski telah mengumumkan, untuk proses pendaftaran akan berkoordinasi dengan Pemerintah DIY, juga Pemerintah Kabupaten-Kota lainnya. Koordinasi dibutuhkan untuk menyamakan persepsi sehingga proses pendaftaran dapat berjalan dengan lancar. “Kita terus komunikasi, baik dengan pemerintah provinsi maupun kabupaten dan kota di wilayah DIY,” ungkapnya.
Ditambahkan Triyanto, sesuai dengan edaran dari Pusat, proses pendaftaran paling cepat dilaksanakan pada 26 September mendatang. Dia pun optimistis, pelaksanaan di Bantul bisa sesuai dengan jadwal yang telah disusun. “Makanya kami lakukan koordinasi, salah satunya untuk memperlancar pelaksanaan rekrutmen CPNS,” tuturnya.
Disinggung mengenai permasalahan formasi CPNS, ia mengakui hampir setiap daerah ada masalah. Namun demikian, untuk di Bantul tidak signifikan. “Kalau masalah memang ada, tapi tidak krusial,” ungkapnya.
Menurut dia, permasalah di Bantul bukan karena salah pemberian formasi. Namun, kata Triyanto, masalah hanya pada detail informasi yang belum jelas. Sebagai contoh, di dalam formasi diberikan ada lowongan di SD Monggang, tapi kondisi di lapangan ada dua sekolah dengan nama yang sama, namun berbeda kecamatan.
“SD Monggang ada dua. Satu di Kecamatan Sewon dan satunya lagi di Pundong. Jadi kami harus melakukan revisi agar jelas kuota yang dibutuhkan dimana,” katanya lagi.
Menurut dia, pengajuan revisi ini tidak akan merubah formasi yang diberikan oleh pemerintah pusat. “Kita hanya memperjelas detail sekolah untuk penempatan CPNS baru sehingga nantinya tidak salah dalam menempatkan,” imbuhnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Pembangunan aviary Purwosari Gunungkidul kembali dilanjutkan tahun ini dengan anggaran Rp5,6 miliar dari Dana Keistimewaan DIY.
SIM keliling Sleman 19 Mei 2026 hadir di Mitra 10, termasuk layanan malam di Sleman City Hall untuk perpanjangan SIM A dan C.
Wali Kota Jogja Hasto Wardoyo dorong skrining kesehatan mental siswa usai kasus klitih yang menewaskan pelajar di depan SMAN 3 Jogja.
Jadwal SIM keliling Jogja hari ini hadir di Alun-Alun Kidul dan layanan drive thru di Mal Pelayanan Publik Kota Jogja.
KAI Daop 6 Yogyakarta mencatat 246 ribu penumpang KAJJ selama libur Kenaikan Yesus Kristus, naik 189 persen dari pekan sebelumnya.
Disdik Sleman mulai adaptasi penerapan Bahasa Inggris di SD menjelang kebijakan wajib nasional pada tahun ajaran 2027/2028.