Kekeringan Gunungkidul Meluas, 83.757 Jiwa di 71 Kalurahan Terdampak
Kekeringan Gunungkidul meluas. Sebanyak 83.757 jiwa di 71 kalurahan terdampak krisis air bersih dan bantuan mencapai 1.087 tangki.
Kondisi kerusakan talut di dekat Jembatan Karanggayam di Desa Sitimulyo, Piyungan, Jumat (13/7/2018)./Harian Jogja-David Kurniawan
Harianjogja.com, BANTUL -- Warga Dusun Karanggayam, Segoroyoso, Pleret berharap pembangunan Jembatan Karanggayam bisa direalisasikan. Jembatan yang biasa digunakan untuk beraktivitas warga ini rusak akibat terjangan banjir bandang di Sungai Opak di akhir tahun lalu.
Salah seorang warga Dusun Karanggayam, Basri mengatakan Badai Cempaka yang menerjang wilayah DIY pada akhir tahun lalu mengakibatkan banjir bandang di Sungai Opak. Banjir ini mengakibatkan Jembatan Gantung Karanggayam hanyut diterjang air bah.
Menurut dia, hingga sekarang proses pembangunan ulang jembatan belum juga direalisasikan. Untuk mempermudah aktivitas, warga berinisiatif membangun jembatan darurat yang terbuat dari bilah bambu. “Sebelum ada jembatan darurat, warga yang ingin melintas harus menyeberang menggunakan perahu,” kata Basri kepada wartawan, Kamis (20/9/2018).
Dia berharap pembangunan bisa direalisasikan agar aktivitas warga kembali normal. Terlebih lagi, meski berstatus sebagai jalur alternatif, jalan penghubung Kecamatan Pleret-Imogiri ini menjadi akses utama. “Meski hanya jembatan gantung banyak yang melintas karena jadi jalur alternatif ke wilayah Imogiri,” ucap dia.
Hal tak jauh berbeda diungkapkan Yatin Prapto Utomo. Menurut dia, desakan untuk membangun jembatan baru juga tidak lepas dari janji Gubernur DIY Sri Sultan HB X yang ingin membuatkan jembatan permanen. “Sultan sempat meninjau Jembatan Gantung Karanggayam dan berjanji akan membangun jembatan baru yang permanen,” kata dia.
Untuk merealisasikan pembangunan, warga sudah berusaha bertanya kepada anggota DPRD DIY dan diketahui Pemerintah DIY sudah mengalokasikan anggaran. Namun demikian, proses pembangunan masih menunggu pembebasan lahan oleh Pemkab Bantul.
Menurut Yatin, upaya pembebasan oleh Pemkab sudah mulai dilakukan. Bahkan, sambung dia, warga telah diundang untuk sosialisasi sebanyak dua kali.
Yatin mengakui sosialisasi tersebut belum memastikan kapan waktu pembebasan dilaksanakan. “Warga masih menunggu dan mudah-mudahan bisa segera kelar dan proses pembangunan jembatan baru dapat diwujudkan,” ucap dia.
Untuk pembebasan lahan warga tidak mempermasalahkan tanahnya dibeli. “Yang paling penting segera dibebaskan dan untuk harganya bisa dikomunikasikan lebih lanjut. Yang jelas, warga tidak keberatan jika tanahnya dibeli untuk membangun jembatan baru,” kata dia.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Kekeringan Gunungkidul meluas. Sebanyak 83.757 jiwa di 71 kalurahan terdampak krisis air bersih dan bantuan mencapai 1.087 tangki.
Cara membuat kategori khusus status WhatsApp untuk memilih audiens seperti keluarga, sahabat, atau rekan kerja tanpa memilih kontak satu per satu.
DPRD Kulonprogo meminta Pemkab dan KONI mengebut pembinaan atlet serta menyiapkan venue untuk Porda DIY 2027.
Jay Herdman resmi bergabung dengan Bali United untuk Super League 2026-2027. Ia pernah mencetak gol ke gawang Timnas Indonesia pada 2023.
Roberto Carlos dikabarkan memeluk Islam setelah mengucapkan syahadat. Namun, legenda Brasil itu belum memberikan konfirmasi langsung.
Angkatan pertama Program Beasiswa Empowering Papua Sorong Selatan (BEP SORSEL) berbuah manis. Sebanyak tujuh putra-putri terbaik daerah tersebut berhasil lolos