Gerak Cepat Pemkab Klaten Pulihkan Pasar Bayat Pascakebakaran
Bupati Klaten Hamenang Wajar Ismoyo bergerak cepat menangani dampak kebakaran yang melanda Pasar Sidoharjo di Desa Paseban, Kecamatan Bayat.
Puluhan honorer K2 saat menyampaikan aspirasi di DPRD Bantul, Senin (17/9). /Harian Jogja-Ujang Hasanudin
Harianjogja.con, BANTUL--Ketua Komisi D Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Bantul, Paidi mendesak agar insentif semua tenaga honorer di Bantul sesuai upah minimum kabupaten (UMK) atau minimal mendekati UMK. Nilai UMK Bantul saat ini sekitar Rp1,5 juta.
Paidi mengatakan Dinas Pendidikan, Pemuda, dan Olahraga (Disdikpora) yang menjadi mitra kerja Komisi D sudah mengajukan usulan kenaikan insentif honorer. "Usulannya itu Rp1 juta sebulan untuk semua honorer," kata dia, Rabu (26/9/2018).
DPRD masih membahas usulan tersebut dan menyesuaikan dengan kondisi keuangan daerah. Politikus Partai Golkar ini mengapresiasi komitmen Pemerintah Kabupaten untuk mensejahterakan honorer.
Anggota Komisi D, Sigit Nursyam Priyanto menambahkan usulan kenaikan insentif itu awalnya melalui APBD Perubahan tahun ini, namun belum memungkinkan sehingga dimasukkan dalam skema anggaran 2019.
Selain soal kenaikan insentif, Sigit juga menyoroti soal kebijakan honorer kategori 2 (K2) yang bekerja di sekolah negeri tidak bisa mengurus tunjangan sertifikasi seperti honorer K2 yang bekerja di sekolah swasta, meski beban kerjanya sama. Pihaknya ingin ada keadilan. "Jangan sampai diskriminatif terhadap honorer negeri maupun swasta. Semua juga menjalankan tugas negara untuk mencerdaskan kehidupan bangsa," ujar Sigit.
Menurut Ketua Forum Honorer K2 Bantul Sudaryono, honorer K2 yang bertugas di sekolah negeri tidak bisa mengajukan sertifikasi karena terganjal aturan. Sebab aturannya, sertifikasi tenaga kependidikan sekolah negeri harus memiliki SK bupati atau SK kepala dinas. Sementara di sekolah swasta sertifikasi cukup melalui SK kepala yayasan. "Honorer K2 di Bantul tidak semua SK yang dimiliki hanya SK kepala sekolah sehingga tidak masuk," ujar dia.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Bupati Klaten Hamenang Wajar Ismoyo bergerak cepat menangani dampak kebakaran yang melanda Pasar Sidoharjo di Desa Paseban, Kecamatan Bayat.
Satpol PP Bantul menemukan 2.704 batang rokok ilegal di dua warung di Sanden dalam operasi bersama Bea Cukai Yogyakarta.
Tim SAR masih mencari lima penumpang KMP Putri Yasmin yang belum ditemukan setelah kapal terbakar di Selat Lombok, NTB.
KPK menggeledah Kanwil Pajak Surakarta dan sejumlah lokasi di empat daerah terkait kasus pajak Banjarmasin. Emas 1,3 kg turut disita.
Gelombang tinggi kembali menyumbat aliran air di Sanden dan Kretek, Bantul. Sekitar 55 hektare lahan pertanian kembali tergenang.
BNN menangkap MR alias Bos Gendut, buronan pemilik 98 kg sabu di Kampung Bahari. Sejumlah aset dan barang bukti turut disita.